Di mana sekolah ini terus berbenah untuk memperbaiki segala keterbatasan sekolah dalam menunjang mutu pendidikan akademik dan non akademik.
Bahkan pada tahun 2022 ini, sekolah tersebut sudah mampu berprestasi di bidang non akademik, dengan membuktikan diri sebagai juara I Bola Voli Putri dan Juara 2 Bola Voli Putra tingkat Kabupaten Solok Selatan yang digelar di SMAN 2 Solok Selatan.
“Siswa kami baru mampu menunjukan prestasi di level bidang ekstrakurikuler olahraga bola voli. Untuk bidang akademik mata pelajaran memang masih belum. Namun kita akan terus berupaya lebih baik untuk ajaran baru nantinya,” papar Kepala MTsN 4 Solok Selatan, Almudari, Minggu (10/7).
Dia mengatakan, pada Kompetisi Sains Madrasah (KSN) di tahun 2021, siswa MTsN 4 Solok Selatan telah mengukir prestasi di tingkat Kabupaten Solok Selatan, baik di bidang akademik mata pelajaran, maupun ekstrakurikuler sekolah.
Seperti juara 1 lomba Kompetisi Sains Madrasyah (KSM) bidang studi IPA tingkat Kabupaten atas nama Siti Nur Alfath, dan di bidang ekstrakurikuler juara 3 tahfidz tingkat Kabupaten atas nama Claudia Fajni tahun 2021.
“Untuk level Kabupaten siswa kami sudah mampu berdaya saing di bidang akademik mata pelajaran, mudah-mudahan saja tahun depan bisa berprestasi di level Provinsi dan Nasional,” ujarnya.
Dari segi jumlah siswa, sekolah yang terletak di Kecamatan Sangir Jujuan ini memiliki jumlah siswa keseluruhan sebanyak 310 orang.
Jumlah siswa yang tamat 90 orang. Sedangkan sekarang tersisa 210 orang siswa dan jumlah siswa baru yang mendaftar sampai sekarang sebanyak 106 orang siswa.
Dia menuturkan, pembinaan siswa akan terus ditingkatkan. Di mana kelemahannya akan diperbaiki. Agar lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa mengukir prestasi di berbagai bidang akademik dan ekskul.
“Level akreditasi sekolah sudah naik ke level A, tinggal bagaimana melahirkan siswa berkompeten sesuai bakat dan minat siswa. Walau di pelosok, siswa kami masih bisa berprestasi. Walaupun hanya selevel Kabupaten,” paparnya.
Sekolahnya sebut Almudarus, telah melakukan pembentukan karakrer dengan mendirikan kelas tahfidz, giat pramuka, drum band, tari, seni, English dan Arabic club, life skill Las dan membuat paving block dari sampah.
Pihak sekolah akan menyeleksi anak berbakat sesuai kegiatan ekskul sekolah, sehingga dalam pembimbingan tidak menyulitkan para guru pendidik.
“Mereka kami bina di luar jam sekolah. Guru pembimbing tetap guru sekolah yang kami tunjuk dan kemampuannya sudah teruji,” jelasnya.
Tinggal mematangkan pendidikan bagi anak-anak daerah pelosok. Bagaimana mereka mampu mengejar ketertinggal dan bersaing di sisi SDM yang lebih matang. Dia juga berencana mendirikan asrama sekolah, mudahan saja niat tersebut tercapai. Setidaknya dalam bentuk semi permanen.
Adanya asrama sekolah, banyak mamfaat yang akan dirasakan oleh siswa. Terutama yang domisilinya jauh, bisa tinggal di asrama dan didik oleh guru pembimbing nantinya.
“Keinginan kita ini mudahan saja bisa terwujud, agar siswa yang domisilinya jauh bisa tinggal dan dibina di asrama sekolah,” paparnya. (tno) Editor : Novitri Selvia