Akibatnya, antusiasme dalam mengikuti pembelajaran juga berkurang, peserta didik cenderung pasif, dan tidak ada kreatifitas maupun inovas-inovasi yang muncul dari peserta didik. Berbagai metode pembelajaran bermunculan untuk meningkatkan minat dan antusiasme peserta didik dalam belajar.
Pendidik dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dinilai dapat meningkatkan semangat dan antusiasme peserta didik adalah melalui outing class.
Outing class merupakan salah satu kegiatan belajar sambil bermain dimana memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk belajar di luar sekolah dengan cara yang menyenangkan.
Menurut Vera (2012:17) dalam bukunya Metode Mengajar Anak di Luar Kelas (outdoor study), outing class adalah mengajar di luar kelas bisa dipahami sebagai suatu kegiatan menyampaikan pelajaran di luar kelas. Sehingga kegiatan atau aktivitas belajar mengajar berlangsung di luar kelas atau di alam bebas.
Kegiatan outing class ini bertujuan agar peserta didik mampu mengambil pelajaran dari semua kegiatan yang dilakukan secara nyata di alam yang terbuka, belajar dengan menyenangkan, sehingga akan termotivasi dan bersemangat untuk melakukan segala kegiatan.
Pada Kamis, tepatnya tanggal 16 Februari 2023, peserta didik Kelas V SD Islam Raudhatul Jannah melakukan kegiatan outing class ke Museum Perjuangan Tri Daya Eka Darma dan Lubang Jepang yang berada di kawasan wisata Kota Bukittinggi.
Dan dilanjutkan ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) serta berakhir di Mifan Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. Kegiatan ini melibatkan 123 orang peserta didik dan 16 guru pendamping.
Kegiatan outing class ini menggunakan 5 bus untuk menuju ke tempat yang telah direncakan. Peserta didik berkumpul di sekolah dan dilepas oleh pimpinan sekolah untuk melakukan kegiatan outing class.
Pukul 07.30 WIB peserta didik menaiki bus yang telah disediakan dan sekitar pukul 08.00 WIB, bus berangkat menuju lokasi pertama yaitunya di Kota Bukittinggi. Di atas bus, sebelum sampai ke tempat tujuan, guru pendamping membagikan Lembaran Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada masing-masing peserta didik.
Di mana LKPD tersebut akan diisi dengan informasi yang akan diterima dan dilihat di tempat tujuan. Sekitar pukul 09.00 WIB, bus sampai di Kota Bukittinggi. Di bawah arahan pendidik, peserta didik menuju Museum Perjuangan Tri Daya Eka Darma.
Di sana, peserta didik mendengarkan arahan dan penjelasan yang disampaikan oleh Ahmad Munir mengenai perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan terdahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Setelah itu, peserta didik masuk ke dalam museum untuk melihat peninggalan-peninggalan bersejarah tentang perjuangan pahlawan bangsa. Dalam museum tersebut dipajang. Seperti senjata, miniatur daerah perjuangan, dan lainnya.
Peserta didik sangat antusias dan ingin tahu tentang peninggalan bersejarah para pejuang terdahulu. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Lubang Jepang. Di sana, peserta didik dipandu oleh pemandu/guide yang meceritakan seluk beluk peninggalan sejarah Lubang Japang.
Sebelum masuk, peserta didik dikumpulkan dan diberikan panduan untuk memasuki arena Lubang Japang. Peserta didik dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok dipandu oleh pemandu / gaet yang telah ada. Pemandu menceritakan perjuangan dan peninggalan sejarah Lubang Japang.
Peserta didik semangat dan antusias dalam mendengarkan arahan yang disampaikan. Di dalam Lubang Japang tersebut peserta didik juga bertanya jawab dengan pemandu yang ada mengenai tempat-tempat yang ada di dalamnya.
Sekitar pukul 12.15 WIB perjalanan dilanjutkan menuju Kota Padangpanjang dengan tujuan Museum/Rumah Gadang PDIKM. Sampai di sana, seluruh peserta didik dan pendidik yang mendampingi melaksanakan shalat zuhur dan dilanjutkan dengan makan siang.
Setelah itu, di bawah arahan guru pendamping, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok untuk masuk ke dalam Rumah Gadang mendengarkan arahan dan informasi yang diberikan oleh petugas mengenai kebudayaan Minangkabau.
Di sana, peserta didik juga melihat peninggalan kebudayaan Minangkabau pada zaman dahulu. Berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh, peserta didik melengkapi LKPD yang sudah ada. Setelah itu dilanjutkan dengan foto bersama.
Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas ilmu pengetahuan dan informasi yang telah diberikan oleh pihak Museum Perjuangan Tri Daya Eka Darma dan Rumah Gadang PDIKM maka diserahkan kenang-kenangan berupa sertifikat dari sekolah.
Untuk kegiatan penutup outing class pada hari itu adalah berenang di kolam renang/Mifan Water Park. Berenang adalah salah satu olah raga yang sangat menyenangkan dan disambut antusias bagi peserta didik. Di bawah pengawasan guru pendamping, seluruh peserta didik berenang dengan aturan yang telah disampaikan.
Sekitar pukul 17.30 WIB rombongan berangkat dari Padangpanjang. Di atas bus, peserta didik bercerita dengan sesama teman sebagai luapan kesenangan mereka dalam mengikuti kegiatan outing class. Di Bukitinggi, bus kembali berhenti, peserta didik dan guru pendamping melaksanakan shalat Magrib dan dilanjutkan dengan membeli oleh-oleh.
Kemudian, rombongan berangkat menuju Payakumbuh kembali. Sekitar pukul 20.30 WIB, rombongan outing class 5 SD Islam Raudhatul Jannah telah sampai kembali di sekolah dengan selamat.
Perjalanan dan kegiatan outing class memberikan kesan tersendiri dan sangat menyenangkan serta memotivasi peserta didik untuk belajar dan berbuat yang lebih baik lagi ke depannya.
Karena, outing class merupakan salah satu media yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan dari teori saja tetapi dengan pembuktian langsung di lapangan.(Kiki Kridianti, S. Pd, GURU SD SILAM RAUDHATUL JANNAH PAYAKUMBUH) Editor : Novitri Selvia