Tidak terasa Ramadhan sudah di depan mata, yang merupakan rajanya bulan, dimana kedatangannya selalu ditunggu, kebaikan yang ada di dalamnya selalu diburu. Begitulah sejatinya seseorang yang beriman.
Kedatangan bulan Ramadhan merupakan sebuah keberkahan yang dirasakan, kehadirannya dalam kehidupan terkadang semuanya mesti berbenah, baik pembenahan diri maupun pembenahan dari segi bangunan fisik.
Kenapa diri juga mesti dibenahi, menurut hemat penulis karena orang yang betul–betul menyiapkan diri dengan maksimal sebelum bertempur itulah sejatinya yang akan mampu menghadapi sebuah tantangan yang akan dihadapi untuk meraih kemenangan yang hakiki. Semoga pemenang yang diharapkan itu adalah kita yang betul–betul siap untuk hal tersebut.
Kemudian juga salah satu hal yang lazim terlihat ketika Ramadhan datang adalah persiapan atau pembenahan dari bangunan fisik, seperti pada rumah ibadah masjid dan mushala misalnya, persiapan demi persiapan tetap dilakukan, dengan tujuan memberikan kenyamanan dalam menikmati dan menaungi ibadah–ibadah Ramadhan yang akan dijalani.
Suasana malam–malam ramadhan terasa berbeda tidak seperti biasanya, shaf–shaf shalat terisi penuh oleh semua usia, mulai dari kalangan anak–anak, remaja hingga yang tua sekalipun menyatu dalam pelaksanaan ibadah qiyamul Ramadhan terutama tarawih di malam Ramadhan.
Sungguh luar biasa keberkahan yang dihadirkan dengan kedatangan bulan Ramadhan. Ini yang pertama keberkahan yang dihadirkan dengan datangnya Ramadhan.
Yang kedua ketika Ramadhan datang, maka seiring dengan kedatanganya pun ada kewajiban yang mesti dilaksanakan, yakninya melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Puasa memiliki makna imsak yakni menahan.
Maksudnya menahan diri dari perkara yang akan merusak bentuk–bentuk dari kebaikan yang dikerjakan. Seperti keinginan– keinginan nafsu yang tidak terbendung, terkadang lupa dan tidak bisa lagi membedakan mana yang benar–benar kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Hingga terkadang sampai lupa diri bahkan mewujudkannya di luar kemampuan.
Itu indahnya berpuasa, salah satu hikmahnyanya mewas diri dari keinginan nafsu belaka, dengan berpuasa akan mampu menekan diri seseorang dari sifat yang melampaui batas di luar kemampuan, bisa membedakan mana yang betul–betul kebutuhan, dan mana yang hanya sekadar keinginan.
Maka dari itu hadirnya Ramadhan, orang berpuasa, maka akan mampu melahirkan dari dirinya bahwa ia mampu membendung sifat yang terkadang di luar kewajaran apalagi di luar kemampuannya, bisa memperhitungkan mana yang kebutuhan, dan mana yang hanya sekadar keinginan.
Hadirnya Ramadhan di dalam kehidupan, memberikan rahasia dan pelajaran yang begitu besar didalam kehidupan, hal ini dirasakan dari aktivitas Ramadhan yang dijalani. Kehadiran Ramadhan juga memberikan keberkahan didalam kehidupan, sehingga Ramadhan dinamakan juga dengan Syahrul Mubarak (bulan yang memberikan keberkahan).
Terlihat ketika awal ramadhan itu datang, kita melihat suasana dan pemandangan yang agak berbeda dari hari biasa, mesjid dan mushala ramai, semangat dalam beribadah bermunculan, ini kan hal yang positif, yang patut diacungkan jempol karena dengan kedatangan Ramadhan ternyata memberikan hal yang positif di dalam aktifitas kehidupan.
Namun sebaiknya hal positif ini tidak hanya euforia saja, alangkah bagusnya tetap menjadi jati diri dan kebiasaan yang terus dilakukan setiap hari baik di dalam Ramadhan, maupun di luar Ramadhan.
Hadirnya Ramadhan semestinya menjadi pelajaran yang besar dalam kehidupan, persiapkan dan pantaskan diri mengambil bagian dari keberkahan Ramadhan, minimal dengan berbagai hal yang bisa kita lakukan, misalnya mendalami ilmu yang berkaitan dengan seluk beluk Ramadhan bisa dengan memperbanyak literatur/bacaan, ikut dalam pengajian atau tarhib Ramadhan, dan dengan aktifitas lainnya yang akan menambah ilmu dan wawasan dalam meraih serta menghadapi bulan kemuliaan.
Semoga hadirnya Ramadhan ini akan memberikan keberkahan dan kebaikan yang lebih baik dalam kehidupan, Marhaban ya Ramadhan mari kita sambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan berharap keberkahan. (Syafri Salmi, S.Pd.I, GURU SMP IT ICBS PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia