Terlebih lagi dalam institusi/lembaga pemerintahan mulai dari pusat sampai ke daerah. Hal ini sudah menjadi bagian yang penting dan tidak bisa ditinggalkan. Begitu juga dalam dunia pendidikan. Istilah ini sudah menjadi pembicaraan dan pembahasan yang krusial dan urgen. Mengapa demikian? Apa eksistensi dari lokakarya pendidikan?
Saat ini bahkan sejak beberapa bulan terakhir, sekolah-sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sarat konsentrasi mempersiapkan dan padat ikhtiar melaksanakannya. Hampir semua satuan pendidikan telah, tengah, dan akan memusatkan perhatian pada kegiatan yang fundamental ini.
Mustahil dan impossible, dan kita berkeyakinan besar tidak ada suatu sekolah yang tidak menyelenggarakannya. Karena ini merupakan rangkaian awal sebelum memasuki tahun pelajaran baru. Lokakarya merupakan wadah duduk bersama (pertemuan/musyawarah) untuk mengevaluasi, merefleksi, dan mencari solusi permasalahan terhadap pelaksanaan program kerja tahun lalu.
Disamping itu, yang sama urgen-nya adalah menyusun rencana kerja atau program sekolah tahun yang akan dihadapi. Dengan demikian, kedua hal penting ini bagaikan dua sisi mata uang. Dimana selalu hadir bersama-sama untuk memberikan hakiki, makna, dan fungsi tersendiri yang saling melengkapi/menyempurnakan.
Sisi pertama lokakarya pendidikan. Lokakarya sebagai wadah evaluasi terhadap pelaksanaan program kegiatan tahun lalu. Mengawali alur kerja yang mendasar ini, pada tahap tersebut dilakukan evaluasi setiap item program tahun lalu. Yang mengkaji sejauh mana keterlaksanaan program secara efektif, efisien, kebermaknaan, dan kendala yang dihadapi, serta solusinya.
Pada alur kegiatan ini, dapat dilakukan secara tim. Tim dapat disusun berdasarkan kebutuhan dan karaktertistik permasalahan yang dihadapi. Masing-masing tim terdiri dari beberapa orang anggota. Pembagian anggota tim dapat berpedoman kepada kompetensi, skill, dan tugas pokok ASN. Pada tahap ini, akan membantu lahirnya dokumen “analisis konteks sekolah.”
Sisi kedua lokakarya pendidikan. Sebagai penyusunan program kegiatan sekolah tahun yang akan dihadapi. Muatan kegiatan ini dapat berupa, mengembangkan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan tahun lalu. Selain itu, juga dapat menyusun program kegiatan baru yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan situasi dan kondisi terkini.
Program baru yang disusun dapat berupa pengembangan program strategis sekolah maupun program unggulan sekolah sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan arah kebijakan satuan pendidikan.
Disamping itu, program ini dirancang sebagai menjawab tantangan arah dan kebijakan pendidikan terkini. Tentu saja dalam hal ini, mempercepat pencapaian visi, misi, tujuan, dan arah satuan pendidikan.
Program strategis sekolah, didasarkan pada analisis SWOT yang cermat dan kritis. Yang didukung oleh ketersediaan dan kualitas sumber daya yang handal. Baik sumber daya manusia maupun sumber daya pendukung. Sumber daya manusia meliputi guru, pelatih/pembimbing, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Sumber daya pendukung antara lain: sarana dan prasarana yang tersedia.
Penyusunan program strategis sekolah pada kegiatan lokakarya pendidikan di UPT SMP Negeri 2 Batusangkar, dibersamai oleh seluruh komponen warga sekolah, yakni: ketua komite sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pengurus OSIS.
Kegiatan pembimbingannya dibersamai oleh unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahdatar dan Pengawas Satuan Pendidikan dilingkungan Dinas Dikbud Kabupaten Tanahdatar.
Materi penting yang dipaparkan dan didiskusikan dalam lokakarya tersebut antara lain: Refleksi Raport Pendidikan & PBD, ANBK, Penilaian Kinerja Guru & Kepsek, PPDB, Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), Waspada Bencana Banjir, TPPK, Sekolah Inklusif, Ramah Anak, dan Model Kompetensi Guru/Kepala sekolah.
Disamping itu, juga dipaparkan materi teknis secara singkat tentang cara pembuatan refleksi diri, Evaluasi dan refleksi implementasi kurikulum, Optimalisasi peningkatan karakter peserta didik, Penyusunan program strategis sekolah dan pembiayaan, dan Mengeksplorasi Kompetensi GTK dalam Percepatan Pencapaian Sekolah Tangguh.
Muara dari pelaksanaan lokakarya pendidikan di setiap jenjang pendidikan adalah upaya percepatan pencapaian arah dan kebijakan Pendidikan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar. (Muhammad Nur, S.Pd, M.Pd, GURU UPT SMPN 2 BATUSANGKAR)
Editor : Novitri Selvia