Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP IT ICBS Payakumbuh, Games Perkenalan Asyik dan Menyenangkan

Novitri Selvia • Kamis, 4 Juli 2024 | 10:01 WIB

Syafri Salmi, S.Pd.I, GURU SMP IT ICBS PAYAKUMBUH.(TIM LAMAN GURU)
Syafri Salmi, S.Pd.I, GURU SMP IT ICBS PAYAKUMBUH.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ibarat pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, malas bertanya banyak yang tidak tahu. Situasi dan kondisi seperti ini barangkali akan kita temui pada masa berinteraksi dengan peserta didik baru tahun ajaran 2024/2025 mendatang.

Awal tahun ajaran baru setiap sekolah akan melaksanakan kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. Harapan kita bersama tentu menginginkan masa–masa perkenalan ini terlebih bagi kelas rendah menjadikan suatu hal yang sangat menarik dan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka.

Keseriusan serta pengemasan lebih menarik dalam kegiatan ini, tentu akan menjadikesan yang sangat luar biasa dan menjadi pengalaman yang berharga bagi peserta didik nantinya.

Salah satu yang menjadi point penting, bagaimana menciptakan suasana MPLS ini menjadi ajang mengakrabkan seluruh peserta agar saling kenal dengan yang peserta lainnya. Maka upaya yang bisa dilakukan, bagaimana instruktur atau yang memandu acara bisa mengemas kegiatan perkenalan ini agar terkesan menarik dan membuat peserta saling mengenal dan merasa gembira melakukakannya.

Salah satu yang pernah kami terapkan dalam pembelajaran atau lokakarya bersama calon guru penggerak dalam kegaitan lokakarya adalah melakukan games perkenalan, ketika itu calon guru penggerak dibagi menjadi beberapa kelas, satu kelas berisikan lima belas orang calon guru penggerak, kepala sekolah atau perwakilan dari masing–masing sekolah calon guru penggerak dan dipandu oleh tiga orang pengajar praktik yang siap membersamai dan membuat kegiatan ini menjadi meriah dan bergembira.

Hal utama yang dilakukan adalah menyiapkan perangkat yang akan dipakai dalam games perkenalan ini, diantaranya adalah kertas label nama yang bisa ditempel pada bagian dada seluruh peserta, kertas HVS sebanyak peserta serta perangkat untuk memutar music untuk mengiringi meriah nya kegiatan berlangsung.

Pertama peserta diminta untuk membuat nama di kertas label, yang dibuat adalah sapaan akrab dari diri peserta itu sendiri, bukan nama lengkap. Namun hanya nama panggilan atau sapaan akrab dari diri peserta itu sendiri, fasilitator memastikan seluruh peserta sudah membuatnya. Jika sudah lalu fasilitator meminta peserta menempelkan nama tersebut di dada yang mudah dilihat dan dibaca oleh peserta lain.

Kemudian setelah seluruh peserta membuat namanya masing–masing, sudah ditempel didadanya fasilitator meminta peserta menggambarkan dirinya dengan benda mati pada kertas HVS. Akan tetapi benda yang digambar tersebut menunjukkan jati dirinya peserta tersebut. Contoh saya menggambarkan pada kertas HVS adalah gambar penah, karena saya suka menulis.

Setelah seluruh peserta selesai menggambar, fasilitator meminta peserta untuk membuat lingkaran seluruh peserta atau juga bisa dibagi perkelompok dan seluruh anggota kelompoknya berdiri membentuk lingkaran. Fasilitator memastikan seluruh peserta berperan active antara satu dengan yang lainnya.

Setelah berdiri nama dilabel yang telah dibuat dipastikan sudah tertempel didada, dan gambar yang telah dibuat di HVS dipastikan sudah dibuat dan dipegang oleh masing–masing peserta. Fasilitaor meminta peserta menunjukkan dan mengangkat tinggi–tinggi gambar yang telah dibuat tersebut.

Kemudian fasilitator memsberikan instruksi, bahwa nanti akan diputarkan musik sebagai pengiring permainan. Ketika musik berbunyi maka seluruh peserta wajib berpindah atau berjalan mengelilingi tempat permaianan tersebut. Jika musik berhenti dan fasilitator menyebutkan satu urutan angka, misalnya tiga, empat atau lima dan seterusnya. Jika disebutkan salah satu angka tersebut.

Maka peserta langsung secara spontan membentuk kelompok sebanyak angka yang disebutkan. Jika dua berarti cari teman berdua, jika tiga cari teman bertiga begitu seterusnya. Jika perintah sudah dimengerti seluruh peserta maka permainan perkenalan bisa dimullai.

Cobakan hal ini tiga/empat kali putaran dengan angka yang acak sesuai yang dinginkan, dan ketika music berhenti, peserta sudah menemukan kelompok sesuai dengan instruksi angka yang disebutkan. Maka sejenak secara bergantian peserta diminta untuk berkenalan sembari menceritakan gambar yang telah dibuat tadi yang menggambarkan dirinya.

Hal ini dilakukan berulang kali, sehingga nanti interaksi antara peserta dengan yang peserta lainnya dengan mudah mengingat dan mengenal antara satu dengan yang lainnya. Semoga ini bermamfaat buat para pembaca semuanya, dan juga semoga bisa menjadi salah satu refrensi untuk kegiatan games perkenalan yang menyenangkan dan mengasyikkan dalam kegiatannya di sekolah.(Syafri Salmi, S.Pd.I, GURU SMP IT ICBS PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#mpls #Games Perkenalan #SMP IT ICBS Payakumbuh #Syafri Salmi