Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 7 Payakumbuh, Alu Tataruang Patah Tigo, Samuik Tapijak Indak Mati

Novitri Selvia • Kamis, 1 Agustus 2024 | 18:50 WIB

Ermita, S.Pd (GURU SMPN MPAYAKUMBUH). (TIM LAMAN GURU)
Ermita, S.Pd (GURU SMPN MPAYAKUMBUH). (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bangga. Demikianlah rasa yang menyelimuti warga SMPN 7 Payakumbuh. Ini karena sekolah ini berandil dalam lomba mural yang diadakan dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 Tahun 2024. Menindaklanjuti surat nomor 130/ 601/Pem-2024 tanggal 4 Juli 2024, terkait pelaksanaan Lomba Mural. Lomba Melukis mural ini dilaksanakan di kawasan Galanggang Kubu Gadang pada 10 Juli-1 Agustus 2024.

SMP Negeri 7 Payakumbuh di bawah pimpinan Kepala Sekolah, Indra Abdi Cadra, M.Pd Kons mengusung tim pelukis siswa SMPN 7 Payakumbuh yang dibimbing langsung oleh guru Seni Budaya, Indah Pratiwi, S.Pd. Dalam kegiatan tim yang beranggotakan lima orang (1. Amanda Putri, 2. Chelsy Heryumaita, 3. Salsabila Ramadhani, 4. Aurel Desmiati, 5. Marsya Aulia) memilih tema Budaya Alam Minangkabau.

SMPN 7 Payakumbuh dengan kepesertaan nomor 21 mendapat 2 kapling tembok. Masing- masing kapling berukuran 150 X 300 cm. Dengan menumpahkan inspirasi dari tema terpilih, tim SMPN 7 Payakumbuh melaksanakan pertarungan ibarat kesebelasan sepak bola.

Ini dilakukan dalam waktu 10 hari, dengan 5 kali kegiatan. Dua kali pada kegiatan awal tim SMPN 7 Payakumbuh berangkat sepulang sekolah selesai belajar di sekolah. Selanjutnya, tiga kali terakhir memang dimulai dari pagi. Tim berhasil menyelesaikan mural dengan mengggunakan 3 warna dasar yaitu, biru, merah, kuning.

Panjang lebar, Indah Pratiwi, S.Pd guru seni budaya SMPN 7 Payakumbuh yang masih muda itu tapi menampilkan keprofesionalan dalam hal melukis ini. Sampai Indah ketika diwawancari penulis sangat lancar menjelaskan tentang hal makna yang tersimpan di dalam lukisan mural itu. Dia memaparkan lebih lanjut, bagaimana, betul- betul memilih tema Budaya Alam Minangkabau ini, atas dasar pemahaman yang dikuasainya tentang tema ini. Dan ini benar- benar buah musyawarahnya dengan tim.

Sehingga Indah dan tim juga bersama-sama merancang objek-objek yang menurut mereka mengembangkan tema dengan sangat realistis. Diakui Indah, masing-masing anggota disuruh membuat desain dari tangan-tangan mereka sendiri. Terlihat di kaplingan mural, dengan paduan warna dasar, objek yang dilukis sangat inspiratif.

Menggambarkan Budaya Alam Minangkabau dari seluruh daerah di Minangkabau. Seperti ada Gunung Sago, di Payakumbuh, Kelok Sambilan menghubungkan Payakumbuh dengan Pangkalan, Jam Gadang di Bukittinggi, Iring-iringan Oyak Tabuik di Pariaman, Rumah Gadang Minangkabau, Anak Daro dan Marapulai. Dan ada juga pemuda-pemudi Minang dengan pakaian khas Minangkabau yang sedang menumbuk padi dengan menggunakan alu, lasuang.

Selain itu dengan latar alam Minang Kabau yang damai dan sejuk. Juga dipertegas oleh kalimat yang berbahasa Minang “Alu Tataruang Patah Tigo, Samuik Tapijak Indak Mati”. Inilah pepetah Minang yang menyipan makna yang sangat dalam tentang peradaban masyarakat Minangkabau.

Selain itu, dalam suasana yang berbeda, penulis juga mewawancarai Aurel Desmiati salah seorang anggota tim yang sekarang duduk di bangku kelas terakhir di SMPN 7 Payakumbuh. Aurel memaparkan dengan sangat antusias ketika ditanya tentang mural yang baru saja mereka selesaikan.

Tanpa mengarahkan pertanyaan, dia menjelaskan bahwa, gambar anak daro di kapling kedua itu adalah rancangan dan ide Aurel langsung. Aurel anak pintar di segala bidang yang sedang ditekuninya. Kali ini dengan ceria menampakkan kepuasannya dengan telah selesainya mural dari SMPN 7 Payakumbuh itu, yang sarat dengan kiasan, “orisinil lho”.(Ermita, S.Pd, GURU SMPN 7 PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#Galanggang Kubu Gadang #SMP Negeri 7 Payakumbuh #Lomba Mural #Hut RI Ke 79 #Ermita