PADEK.JAWAPOS.COM-Pendidikan Agama Islam (PAI) harus mampu menyeimbangkan tiga ranah pendidikan, yakni kognitif (ilmu), afektif (akhlak), dan psikomotor (amaliah). Pendidikan agama Islam sarat dengan nilai-nilai yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga ranah tersebut merupakan bagian yang saling berkaitan dan tidak mungkin dipisahkan.
Oleh karena itu, diharapkan seorang guru PAI dapat merancang berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang mendukung penguatan tiga ranah pendidikan tersebut. Salah satu agenda penguatan peserta didik yang dilaksanakan di SMPN 5 Padang adalah Kultum Jumat. Melalui Kultum Jumat peserta didik dapat mengembangkan bakat dan potensi yang ada pada mereka.
Memasuki Tahun Ajaran baru 2024-2025 ini, SMPN 5 Padang kembali melaksanakan kegiatan rutin setiap pekan, yakni kegiatan Kultum Jumat. Kegiatan keagamaan di hari Jumat ini merupakan implementasi penanaman nilai-nilai religius keislaman pada peserta didik serta pemahaman terhadap nilai-nilai akhlakul karimah. Hal ini sejalan dengan visi misi sekolah untuk membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
Sejak jam 6.30 pagi guru dan peserta didik sudah mulai berdatangan dan mengambil tempat di aula sekolah yang cukup representatif. Dengan seragam koko berkopiah untuk laki-laki dan baju panjang berjilbab untuk perempuan, peserta didik duduk di lantai beralas tikar yang sudah tersedia. Peserta didik laki-laki mengambil tempat di barisan sebelah kanan dan peserta didik perempuan berada di barisan sebelah kiri aula.
Kegiatan kultum jumat yang dikoordinir oleh guru PAI ini diikuti seluruh warga sekolah, baik pegawai, guru maupun peserta didik kelas 7,8 dan 9. Hal menarik dari kegiatan ini adalah meskipun hanya diwajibkan bagi yang beragama Islam, namun sebagian siswa non muslim juga ikut hadir bersama teman-temannya yang muslim.
Tepat jam 7.00 kegiatan dibuka oleh dua orang peserta didik yang bertindak sebagai MC dengan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Acara dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari tahviz alquran, tilawah dan terjemah, pidato agama Islam serta nasyid. Semua kegiatan dilaksanakan oleh peserta didik.
Setiap kelas secara bergantian bertindak sebagai pengisi acara pada setiap pekannya. Untuk Kultum atau tausiah agama disampaikan oleh guru yang telah terjadwal sebelumnya. Pada kesempatan itu juga kepala sekolah akan memberikan arahan dan penguatan pada peserta didik. Kegiatan berlangsung hingga pukul 8.30 pagi. Setiap peserta didik yang berpartisipasi akan mendapatkan reward dalam bentuk alat tulis.
Kegiatan Kultum jumat dikelola secara terencana, terprogram, dan berkesinambungan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan profil pelajar pancasila pada pribadi peserta didik. Kegiatan Kultum Jumat di SMPN 5 Padang, juga merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter bagi peserta didik.
Pendidikan karakter merupakan faktor penting dari kualitas sumber daya manusia (SDM), karakter yang berkualitas akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Untuk itu pendidikan karakter perlu ditanamkan sedini mungkin. Karena dengan karakter yang baik maka kita dapat melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar sehingga bisa berkiprah menuju kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor agama yang benar.
Pada sisi lain, sekolah harus dapat menjadi Agent of Change atau agen perubahan bagi peserta didiknya. Sekolah harus memiliki Semangat perubahan untuk membangun mental dan kepercayaan diri peserta didik. Sehingga dapat menjadi bekal peserta didik untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi masa depannya. (Pepi Susanti, GURU SMPN 5 PADANG)
Editor : Novitri Selvia