PADEK.JAWAPOS.COM-Berkaitan dengan menghidupkan semangat belajar, teringatlah kita pada salah satu hadis Rasulullah Saw yang berbunyi “ Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).
Hadis tersebut memberikan inspirasi kepada kita untuk terus menggaungkan semangat belajar di dalam diri. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, aktivitas belajar tidak boleh berhenti. Seperti istilah viral yang sering diucapkan sekarang ini, yaitu “menyala”. Bahkan, saking berharganya, Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran Q.S. Al-Mujadalah ayat 11: “.....niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tetapi, di zaman sekarang ini, terutama di kalangan siswa. Bersemangat dalam belajar, adalah fenomena yang langka ditemui. Apalagi, di zaman gempuran pengaruh teknologi digital yang silih berganti. Membuat aktivitas Maya lebih disukai daripada belajar yang terkesan membosankan.
Mereka lebih memilih berlama-lama menggerakkan jemarinya untuk bermain game online daripada mengulang-ulang pelajaran yang disampaikan guru di kelas. Bahkan, saking parahnya, aktivitas bermain gameonline tersebut telah menjadi kecanduan, yang membuat mereka merasa gelisah jika tidak memainkannya satu hari saja.
Hal yang sama pun penulis temukan, ketika mengajar di kelas. Banyak ditemukan siswa yang tidak serius dalam belajar, mereka lebih memilih tertidur daripada mendengar penjelasan dari guru. Untuk itulah, menghidupkan semangat belajar siswa mesti menjadi prioritas yang mesti diperhatikan.
Dalam hal ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghidupkan semangat belajar siswa, yaitu, diantaranya, pertama, membentuk budaya belajar yang masif di lingkungan sekolah.
Sekolah tidak hanya dijadikan sebagai tempat menghabiskan waktu sia-sia oleh siswa. Budaya membaca, berdiskusi, baik sesama guru, siswa, maupun guru dengan siswa mesti terbangun dengan baik.
Jangan sampai budaya kekerasan di sekolah lebih mendominasi daripada budaya ilmiah. Sebagaimana berita kekerasan di sekolah yang sering beredar di berita maupun video singkat di sosial media.
Untuk melakukan itu semua, memang tidak bisa tiba-tiba, sebagai institusi penyelenggara pendidikan, sekolah mesti menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk membangun budaya belajar tersebut, seperti pemenuhan akses atau sumber belajar yang memadai, pojok diskusi yang tertata rapi, dan lain-lain.
Semua perlengkapan tersebut mesti terpenuhi, sehingga, budaya belajar siswa akan mengalami peningkatan sesuai harapan. Selain itu, dukungan orang tua juga memegang peranan penting dalam meningkatkan semangat belajar siswa.
Tetapi, tidak banyak orang tua yang menyadari hal tersebut. Sebagian mereka beranggapan, bahwa persoalan belajar siswa adalah tugas dari guru anak-anaknya, mereka hanya menyediakan biaya agar anaknya bisa bersekolah.
Pemahaman keliru tersebut tentu harus dihentikan. Orang tua harus menjadi motivator pertama dalam memenuhi segala kebutuhan belajar siswa. Sebab, bagaimanapun, orang pertama yang paling berpengaruh terhadap perkembangan siswa, pastilah orang tua.
Untuk itu, orang tua tidak boleh acuh dengan perkembangan belajar anaknya. Sedapat mungkin, capaian tersebut mesti diketahui, meskipun tidak setiap hari, bisa jadi setiap bulannya.
Sehingga, anak-anak pun merasa termotivasi untuk terus belajar, sebab ada kepedulian yang tinggi dari orangtuanya.
Memang sudah menjadi langkah yang tepat, memberikan perhatian serius terhadap peningkatan semangat belajar siswa ini. Sebab, di masa depan, tampuk kepemimpinan bangsa ini ada di pundak – pundak mereka.
Mereka lah yang nantinya akan membuat dan mengatur pelbagai kebijakan untuk setiap sektor pemerintahan. Jangan sampai, pos-pos strategis tersebut justru diduduki oleh generasi pemalas yang haus kekuasaan saja. Untuk itu, melalui ketekunan dalam belajar, generasi – generasi emas tersebut dapat dihasilkan.
Biarlah hari ini mereka merasa susahnya melawan kemalasan dalam belajar, di masa depan, akan mereka rasakan manfaat pelbagai ilmu pengetahuan yang mereka pelajari untuk kemaslahatan bangsa.
Penulis yakin, bangsa yang besar, lahir di tangan orang-orang yang mau belajar. Untuk itu, sekali lagi, menghidupkan semangat belajar siswa adalah keniscayaan yang mesti diwujudkan.(Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT)
Editor : Novitri Selvia