PADEK.JAWAPOS.COM-Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia baik berupa benda hidup maupun benda mati, yang dapat mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia itu sendiri.
Sebuah lingkungan terdiri dari gabungan kondisi fisik yang mencakup sumber daya alam seperti tanah, air, udara dan benda mati yang ada di sekitarnya.
Sedangkan lingkungan sekolah merupakan segala sesuatu yang ada di sekolah mulai dari sumber daya manusia dan sumber daya alam serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Lingkungan sekolah juga memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung kurikulum dan program yang ada di sekolah tersebut baik intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan piawainya semua warga sekolah memanfaatkan aset yang ada, serta mengoptimalkan lingkungan yang merupakan salah satu aset yang ada di sekolah.
Sebagai kepala sekolah, saya harus mengidentifikasi dan menemukan aset yang bisa dikembangkan untuk kegiatan yang menunjang proses terlaksananya kurikulum di sekolah yang saya pimpin.
Tidak semua sekolah memiliki lingkungan yang luas, termasuk SD Negeri 21 Payakumbuh. Halaman yang luas sudah digunakan untuk lokasi bermain peserta didik saat jam istirahat dan kegiatan lainnya.
Sedangkan taman kelas hanya yang ada di depan kelas masing-masing, itupun ukurannya tidak terlalu luas. Satu-satunya lahan yang ada adalah bagian belakang sekolah yang ukurannya juga tidak terlalu besar karena sudah berbatasan dengan rumah warga dan dibatasi dengan pagar tembok.
Inilah salah satu aset yang sekarang saya kembangkan yaitu aset lingkungan alam yang ada di belakang sekolah. Di belakang sekolah ada sedikit lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kebun inovasi sekolah.
Setelah melakukan observasi lingkungan saya berinisiatif mengumpulkan warga sekolah terutama pendidik dan tenaga pendidik untuk menyosialisasikan rencana mengembangan aset lahan ini sebagai kebun inovasi,
Akhirnya bersama dengan tim adiwiyata dan beberapa tim pembibitan dan kebun inovasi, kami mulai membersihkan lahan yang ada di belakang sekolah tersebut. Beberapa kader dari tim adiwiyata terutama bagian pembibitan dan kebun inovasi dilibatkan dalam kegiatan ini, disamping itu didampingi juga oleh koordinator tim dan jaga sekolah.
Setelah lahan tersebut mulai bersih barulah para anggota tim merancang rencana pemanfaatan lahan menjadi kebun inovasi. Pada awalnya kami terkendala dengan media tanam karena lahan sempit tentunya beberapa anggota tim harus kreatif memanfaatkan lahan dengan menggunakan media alternatif lainnya.
Akhirnya inisiatif muncul untuk memberdayakan semua warga sekolah yaitu peserta didik. Semua peserta didik membawa dari rumah masing masing media tanah dan karung goni bekas untuk media tanam tanaman.
Setelah itu pihak sekolah menyediakan bibit tanaman diantaranya terong, tomat, cabai, seledri, daun bawang, kangkung dan bayam. Tanaman yang disemai sendiri oleh tim pembibitan adalah sayur pakcoy.
Bibit di semai di rumah bibit dan setelah lebih kurang 3 minggu barulah dipindahkan ke media tanaman yang menggunakan karung goni bekas. Saat kegiatan penanaman semua warga sekolah dilibatkan bahkan banyak juga orang tua yang ikut membantu menanam bibit tanaman.
Kegiatan ini memberikan contoh teladan kepada peserta didik agar mau menanam dan merawat tanaman. Saya sungguh tidak menyangka respon luar biasa dari semua warga sekolah ikut berperan serta dalam menyukseskan kegiatan ini.
Harapan saya semoga kegiatan ini dapat terus dibiasakan sehingga menjadi salah satu budaya positif di sekolah kami, kemudian peserta didik juga melakukan hal yang sama dengan orang tua di rumah.
Setelah itu tim pembibitan dan kebun inovasi bersama koordinator tim membuat jadwal untuk merawat tanaman dengan menyiram atau membersihkan tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman sayur tersebut. Ini dilakukan pada saat jam ke 0 sebelum proses pembelajaran dimulai sehingga tidak mengganggu pembelajaran di kelas.
Beberapa minggu kemudian tanaman ini pun mulai kelihatan subur dengan perawatan rutin yang dilakukan oleh anggota tim kebun inovasi dan pembibitan. Beberapa tanaman ada yang sudah mulai berbunga seperti terong, cabai dan tomat. Tanaman sayur pakcoy juga sudah bisa dipindahkan ke media tanam goni bekas.
Kegiatan memindahkan tanaman dilakukan oleh koordinator bersama tim pembibitan dan kebun inovasi. Kerja sama yang dilakukan oleh kedua tim ini sangat membantu koordinator sehingga tanaman dipastikan selalu subur dan terawat.
Sampai akhirnya mulailah satu persatu tanaman bisa dipanen seperti kangkung, bayam seledri dan daun bawang. Karena tanaman ini hanya sedikit, maka digunakan untuk bahan makanan di sekolah saja. Daun bayam diolah oleh guru menjadi kripik bayam dan dinikmati bersama, sedangkan hasil tanaman lainnya dibuat menjadi sayuran.
Beberapa minggu berikutnya tanaman lain mulai berbuah dan bisa dipetik seperti terong dan tomat, sayur pakcoy juga sudah bisa di panen. Hasil panen kali ini sudah cukup lumayan sehingga bisa dijual kepada warga sekolah seperti orang tua, guru dan peserta didik.
Hasil penjualan panen sayuran kebun inovasi dapat digunakan kembali untuk membeli bibit tanaman dan media tanah serta pupuk. Ternyata lahan kecil di belakang sekolah juga bisa diberdayakan dan menghasilkan jika diolah dengan baik dan maksimal.
Untuk mengembangkan sebuah sekolah sebagai kepala sekolah saya harus berani memulai dan berbuat dengan mempelajari dan memanfaatkan aset yang ada di sekolah tersebut.
Kegiatan ini bisa menumbuhkan minat dan bakat peserta didik untuk dapat dilanjutkan di rumah sebagai salah satu life skill yang harus dimiliki oleh peserta didik. Mari berkebun di sekolah dengan memanfaatkan aset lingkungan sekolah. (Amperawati, S.Pd, KEPALA SDN 21 PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia