PADEK.JAWAPOS.COM-“Guru Hebat Indonesia Kuat”, tema hari guru nasional tahun 2024 ini menyiratkan makna yang mendalam bagi guru Indonesia. Maju mundur nya suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan kualitas guru.
Suatu bangsa akan maju ketika memiliki guru yang hebat dan profesional. Sebaliknya, ketika guru tidak profesional, maka sangat sulit untuk menjadi bangsa yang maju.
Sebegitu pentingnya peranan guru untuk kemajuan suatu bangsa telah dibuktikan oleh sejarah dunia. Kunci sukses bangkitnya negara Jepang dari kekalahan dan keterpurukan setelah dibom atom oleh Amerika Serikat dan sekutunya terletak pada guru.
Kekalahan Jepang pada perang dunia II oleh Amerika tidak membuat mereka patah arang dan putus asa. Pimpinan tertinggi Jepang,Kaisar Hirohito yang dikenal dengan nama Anumerta Kaisar Showa itu mengumpulkan para jenderal yang tersisa.
Namun, setelah jenderal dikumpulkan ada sebuah pertanyaan yang diluar nalar para jenderal waktu itu “Berapa jumlah guru yang tersisa?”. Kaisar mengatakan kekalahan Jepang dikarenakan mereka tidak belajar.
Setelah itu kaisar memerintahkan kepada jenderalnya untuk mengumpulkan para guru yang tersisa di seluruh pelosok Jepang. Kehadiran guru pada saat itu menjadi hal krusial bagi seluruh lapisan masyarakat Jepang.
Karenanya, perlahan negara ini dapat kembali bangkit dari keterpurukan. Guru hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memberdayakan peserta didik sekaligus menggali potensinya dan mendorong mereka menjadi pembelajar mandiri.
Guru hebat adalah guru yang berkarakter dan juga bisa melahirkan peserta didik yang berkarakter sebagaimana yang tertuang dalam profil pelajar pancasila (Beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis).
Guru hebat bukan hanya sekedar slogan dan semboyan semata. Untuk mewujudkan guru hebat tentu perlu berbagai upaya dan aksi nyata.
Gugus IV kecamatan Kototangah dibawah kepengawasan Indra Husni Narwis, M.Pd (Buk Elok), merupakan pengawas yang disiplin waktu dan energik bersama ketua Gugus IV, Wenrayenita, S.Pd beserta seluruh kepala sekolah yang ada di gugus IV berkolaborasi mengadakan bimbingan teknis peningkatan kompetensi guru.
Bimtek diselenggarakan pada hari Kamis, 29 November 2024 di ruangan yang sangat representatif “Grand Basko Hotel”. Bimtek kali ini dengan tema “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru dalam Merancang Modul P5 yang Inspiratif dan Kontekstual”, dengan pemateri yang luar biasa banyak pengalaman bahkan sudah tingkat nasional yaitu Meri Amrianti, M.Pd.
Ratusan guru dan kepala sekolah yang berasal dari sebelas sekolah yang ada di gugus IV (empat) penuh semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini.
Arusdi yang merupakan ketua pelaksana kegiatan ini melaporkan dalam sambutan beliau, “Peserta kegiatan bimtek kita hari ini berjumlah lebih kurang 150 orang yang terdiri dari 11 sekolah yang ada di gugus IV; SDN 22 Lubuk Minturun, SDN 41 Lubuk Minturun, SDN 30 Air Dingin, SD QU Ar Risalah, SDN 04 Baringin Balai Gadang, SDN 42 Balai Gadang, SDN 16 Tanjung Aur ,SDN 39 Tanjung Aur, SDN 21 Sungai bangek, SDN 37 Sungai Bangek, dan SDN 57 Air Dingin,” demikian tutur Arusdi.
Bimtek ini dipandu oleh moderator hebat yang juga merupakan kepala sekolah SDN 37 Sungai Bangek , Suwito, M.A yang juga merupakan jebolan guru penggerak Kota Padang Angkatan IX.
Mengawali kegiatan, Meri kembali mengingatkan seluruh kepala sekolah dan guru yang hadir agar kembali melihat dan memahami tujuan pendidikan nasional.
“Sebagai pendidik kita jangan sampai kehilangan arah dalam mendidik dan mengajar siswa.Muara dari pembelajaran kita adalah Tujuan Pendidikan Nasional,” tutur Meri. Persepsi kita harus disamakan kembali bahwa pembelajaran kita mesti berorientasi untuk mensukseskan tujuan pendidikan nasional.
Menurut undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 3 tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Meri menjelaskan bahwa P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang merupakan bagian dari kurikulum merdeka mesti dirancang oleh guru yang ada pada satuan pendidikan sedemikian rupa sehingga terlaksana sesuai dengan harapan.
P5 merupakan program kolaborasi seluruh guru yang ada dalam satuan Pendidikan. P5 jangan disalah artikan sebagai pembelajaran prakarya atau keterampilan, sebagaimana yang diterapkan oleh sebagian guru yang lain.
Target utama dari P5 adalah memperbaiki dan membentuk karakter siswa sesuai dengan karakter yang termuat dalam Profil Pelajar Pancasila itu sendiri. P5 bukan berorientasi pada produk seperti yang dilakukan oleh sebagian guru yang lain.
Kegiatan bimtek ini bertujuan menyamakan persepsi tentang P5 serta melahirkan modul ajar dan instrumen penilaian yang inspiratif dan kontekstual. Modul ajar dan instrumen penilaian ini akan diterapkan di semester II tahun ajaran 2024-2025 yang akan datang.
Bimbingan Teknis ini berjalan dengan baik.Dialog dan diskusi hangat antara pemateri dan peserta tak bisa dielakkan dalam kegiatan ini. Romi Desrianto S.Pd.I (Pak Tani Bakupiah) salah seorang peserta bimtek yang berasal dari SDN 22 Lubuk Minturun pun ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Modul ajar dan instrumen penilaian P5 yang sudah dirancang pada bimtek ini kemudian dipresentasikan disaat itu kemudian dibahas secara bersama untuk melahirkan modul P5 dan instrumen penilaian yang lebih baik.
Harapan besar bagi seluruh kepala sekolah dan guru yang sudah mengikuti bimbingan teknis ini mampu melahirkan modul P5 yang inspiratif mewujudkan peserta didik yang berkarakter Pancasila.(Romi Desrianto, S.Pd.I, GURU SDN 22 LUBUKMINTURUN)
Editor : Novitri Selvia