Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanahdatar, Bangkitkan Kreativitas Anak Nagari Pangian

Novitri Selvia • Jumat, 13 Desember 2024 | 14:10 WIB

Herlina Suryati, PENGAWAS SEKOLAH DISDIKBUD TANAHDATAR.(TIM LAMAN GURU)
Herlina Suryati, PENGAWAS SEKOLAH DISDIKBUD TANAHDATAR.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Saat ini generasi muda kurang berminat untuk mengenal budaya-budaya daerah (budaya lokal) seperti alat musik tradisional. Jarang sekali generasi muda sekarang yang mau memainkn alat musik tradisional seperti Talempong.

Generasi muda saat ini lebih cenderung tertarik pada alat musik modern. Hal ini disebabkan oleh jarangnya keberadaan alat musik tradisional ini diperdengarkan di sekitar mereka, sehingga telinga mereka jarang menangkap suara musik dari alat musik tradisional tersebut.

Selain itu, para ahli musik tradisional juga semakin sedikit di tengah masyarakat. Disamping itu generasi muda sudah kurang memiliki nilai-nilai etika dan estetika.

Sebagai kaum perempuan minang yang perlu menyiapkan diri menjadi Limpapeh Rumah Gadang. Kondisi tersebut menjadi latar belakang bagi saya sebagai pemerhati dan pelaku seni untuk menanamkan kembali rasa cinta budaya kepada generasi muda.

Saya sebagai pecinta dan pemerhati budaya terpangil untuk mengadakan pelatihan tentang alat musik tradisional Minangkabau dan Sumbang Duo Baleh, dalam upaya mengembalikan kejayaan alat musik tradisional sebagai Aset Budaya Minangkabau yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan tuntutan kehidupan.

Untuk menjemput kembali marwah keberadaan Alat Musik Taradisional Talempong dalam keseruan permainan alat musik tradisional Talempong serta penanaman nilai-nilai etika untuk kaum perempuan minang.

Maka perlu diadakan kegiatan bersama anak-anak usia sekolah sebagai penerus generasi pecinta alat musik tradisional Talempong dan sumbang duo baleh dalam sebuah workshop.

Kegiatan Workhsop bertujuan untuk menjemput kembali ketertinggalan eksistensi penggunaan alat musik tradisional Talempong yang mulai pudar oleh gempitanya alat musik modern yang ada dan berfungsi aktif ditengah masyarakat saat ini.

Juga konsep sumbang duo baleh secara umum bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat perempuan dalam interaksi sosial, yang tujuannya mengarahkan perilaku dan kepribadian perempuan Minang tersebut kepada nilai- nilai etika dan estetika.

Beberapa murid di semua sekolah yang ada di Nagari Pangian, baik tingkat Sekolah Dasar ataupun tingkat SLTP dilibatkan. Melalui bantuan dana perorangan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Provinsi Sumatera Barat yang berada di kabupaten Tanahdatar maka workshop ini dapat dilaksanakan.

Workshop dilaksanakan selama tiga hari dengan satu hari evaluasi hasil. Materi utama dilaksanakan dalam bentuk pengenalan Teori Dasar kemudian Praktik langsung. Untuk musik talempong mempelajari lagu-lagu minang yang mengiringi tarian minang.

Untuk Sumbang Duo Baleh materi utama adalah mengarahkan prilaku sumbang kepada nilai etika dan estetika dalam bentuk cerita atau drama, guna menyampaikan pesan dari setiap sumbang yang diperankan.

Selama Workshop berlangsung, peserta berada dalam ruang. Jumlah peserta 42 orang. Peserta dibagi atas 6 kelompok. Satu kelompok beranggotakan 7 orang. Tiga kelompok dibina oleh 1 orang Pelatih Ahli yang berasal dari Guru Seni.

Pada acara puncak, berkolaborasi dengan Wali Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo Bapak Hijrah; bersamaan acara Alek Anak Nagari. Acara lomba juga dihadiri Bapak Camat Kecamatan Lintau Buo. Lomba terdiri dari 3 cabang.

Cabang yang dilombakan adalah memainkan alat musik talempong, drama sumbang duo baleh serta lagu sumbang duo baleh. Di malam hiburan Alek Anak Nagari diserahkan hadiah berupa piala, sertifikat dan uang saku untuk tiap peserta.

Workshop “Memainkan Alat Musik Tradisional dan Sumbang Duo Baleh’ berjalan dengan lancar. Memberikan dampak positif yang signifikan terutama bagi generasi muda.

Bagi sekolah terbangunnya kembali kehalusan rasa, karsa dan jiwa seni bermusik tradisional Talempong oleh anak anak usia sekolah ditengah masyarakat Kecamatan Lintau Buo

Bagi perempuan menjaga harkat dan martabat dalam interaksi sosial. Mengarahkan perilaku dan kepribadian perempuan Minang tersebut kepada nilai- nilai etika dan estetika yang bersifat lokal wisdom (kearifan lokal).

Terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah lll Sumatera Barat. Wali Nagari Pangian, camat, Kepala Sekolah, Guru pendamping, Pelatih dan Juri. (Herlina Suryati, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanahdatar Pangian)

Editor : Novitri Selvia
#DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TANAHDATAR #Kreativitas Anak Nagari #Herlina Suryati #Nagari Pangian