PADEK.JAWAPOS.COM-Menanamkan cahaya Al Quran di hati anak-anak bagi orang tua memerlukan tekad dan kesungguhan yang kuat. Bukan sekadar membimbing dengan kata-kata, tetapi dengan teladan dan doa yang tak pernah putus.
Setiap peluh, pengorbanan dan usaha yang kuat tersimpan harapan agar generasi setelahnya tumbuh menjadi insan yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.
Keberkahan sebuah keluarga tidak hanya di ukur dari harta yang melimpah, tetapi dari seberapa kuat mereka menjaga firman-Nya dalam dada dan mengamalkan dalam kehidupan.
Melahirkan generasi penghafal Al Quran adalah wujud nyata dari usaha membumikan Al Quran sebagai kalam Allah. Mulai semenjak berada dalam kandungan, orang tua hendaknya telah berusaha mengenalkan pada calon buah hatinya akan lantunan ayat-ayat suci Al Quran.
Bacaan Al Quran menjadi pengantar tidur, doa-doa menjadi harapan dan iringan dalam setiap detik pertumbuhan sang bayi agar kelak tumbuh menjadi seorang hafiz dan hafizah, yang hatinya dipenuhi cahaya Al Quran, yang lisannya basah oleh dzikir mengingat Allah.
Al Quran bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dihafalkan, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam surah Al-Qamar, Allah SWT berulang kali menegaskan bahwa Dia telah memudahkan Al Quran untuk diingat sebagai bentuk kasih sayang-Nya.
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: ayat 17).Menghafal Al Quran bukan sekadar investasi dunia, melainkan “perniagaan yang tidak akan merugi.
Kisah datang dari seorang guru honorer yang punya harapan besar dan doa akan pertumbuhan dan kebaikan atas buah hatinya agar menjadi penghafal Quran. Menghafal Al Quran adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran.
Setiap huruf yang diajarkan dan dibaca di hafalkan adalah perhiasan yang akan menghiasi jiwa para anak-anaknya. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.”
Maka, jadilah insan yang bukan hanya menghafal, tetapi juga mengamalkan dan mengajarkan Al Quran kepada orang lain. Ilmu yang diajarkan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika kita telah tiada.
Doa yang termaktub dalam QS. Al-Furqan: ayat 74, di jelaskan “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Beberap minggu yang lalu tanggal 8 maret 2025 bertepatan dengan tanggal 28 Ramdhan. Wardah yang menjadi anak seorang guru honorer di PPMTI Koto Tinggi diberi lagi kesempatan dan amanah untuk bersyiar dalam membersamai Al Quran. Dalam catatan FB Amin Mi’an piliang Wardah mendapatkan testimoni melalui kutipan pesan.
“Alhamdulillah Yaa Robb. Berkah Ramadhan 1446 H dipertemukan dengan orang orang hebat. Doktor (H.C) Abdul Hakim El Hamidy yang sukses bersama dan Hafizah Cilik RCTI 2024, Wardah pada penutupan Daurah Tahfizh 25 sd 28 Romadhon 1446 / 25 sd 28 Maret 2025 di Tanjung Alam, Duo baleh Koto, Kecamatan Tanjung Baru Tanah Datar salam 30 juzz.
Baarokalloohu fiik Doktor Abdul Hakim El Hamidy Beliau bersama ayah wardah juga akan menerbitkan buku terbaru beliau, wardah sang hafizah bersama Al Quran ditengah kesederhanaan.
Semoga terbit buku tersebut akan banyak memberi inspirasi dan semoga juga Beliau berhasil menuju gelar Profesor-nya Aaamiin Yaa Robb. Aaamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.
Alumni Ponpes Al Makmur Tungkar, Muhammad Abdul Latif , S. Pd. I, (guru PAI di Pagadih-Agam) Penggerak Rumah Tahfizh 30 Juzz di Tilatang Kamang - Agam dan Tanjung Alam , Tanjung Baru Duobaleh Koto Tanah Datar dan juga Alumni Teti Ermi, yang dikenal sebagai Ummu Nazhifatul Qulub penggerak Rumah Tahfizh di area Bekasi.
Baarokalloohu fiikum antum berdua. Semoga berkah dan sukses melahirkan generasi Hafizh Hafizah Aaamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. Ayah Bunda Wardah, Zainaldi dan Humairohnya.
Maa Syaa Alloh Semoga mahkota Jannah terus melekat kepada beliau berdua. This is an amazing silaturrahiim. Semoga berkah dan sukses.
Dari kutipan pasan diatas tidak ada kata yang pantas terucap dari jiwa yang lemah ini kecuali ucapan Alhamdulillah dan rasa syukur yang melimpah atas anugerah yang luar biasa. Allah memilih hamba-hamba tertentu untuk memikul amanah ini.
Dalam QS. Fatir: ayat 32, Allah berfirman, “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami.
Ingatlah bahwa menghafal Al Quran bukan hanya tentang mengisi ingatan, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai Ilahi dalam setiap langkah. Kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama. Setiap kesulitan yang di hadapi akan diganjar dengan pahala yang besar di sisi Allah.
Pendidikan berbasis Al Quran harus dimulai sejak dini. Anak-anak memiliki daya ingat yang kuat, dan masa kecil adalah waktu terbaik untuk menanamkan kecintaan terhadap Al Quran, jadikanlah Al Quran sebagai bagian dari keseharian.
Bacalah ia dengan hati yang tulus, resapilah maknanya, dan amalkanlah dalam kehidupan. Jangan pernah merasa sendiri, karena Allah selalu bersamamu dalam setiap lantunan ayat yang di hafalkan.
Al Quran akan menjadi penghIbur dalam kesedihan, penuntun dalam kebimbangan, dan penyejuk dalam kegelisahan. Allah berjanji dalam QS. Ar-Ra’d: ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”
Amanah yang Allah titipkan kepada kami agar diri ini menjadi pribadi yang rendah hati, yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup. Berusaha untuk selalu memahami dan mengamalkan setiap ayatnya.
Wahai Wardah, engkau adalah permata hati Ayah dan Ibu. Kami ingin melihatmu tumbuh sebagai anak yang mencintai Al Quran, yang hidup dalam naungannya, dan yang menjadi teladan bagi generasi setelahmu.
Jika suatu saat engkau merasa lelah, ingatlah bahwa perjuangan ini tidak akan sia-sia. Ingatlah bahwa di hari akhirat nanti, para penghafal Al Quran akan dipakaikan mahkota kemuliaan, dan orang tuanya akan diberikan jubah kehormatan. Bukankah ini adalah kebanggaan yang tak ternilai? Teruslah berjuang, wahai para orang tua.
Jangan pernah berhenti dan lelah dalam membersamai putra dan putrinya dalam mendekatkanya kepada Al Quran, jangan pernah merasa cukup dengan apa yang telah kita capai dalam bentuk kemegahan dan kemewahan dunia.
Semoga Allah memudahkan langkah kita, menguatkan tekad dan usaha sekaligus menjadikan Al Quran cahaya dalam setiap langkah kehidupan untuk bekal akhirat kita. (Zainaldi, S.Pd.I, M.Pd.Gr, GURU MTSS TI KOTOTINGGI)
Editor : Novitri Selvia