PADEK.JAWAPOS.COM-Berbicara tentang pembelajaran Deep Learning atau pembelajaran mendalam, pada prinsipnya sama dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Namun pembelajaran deep learning lebih menekankan pada pemahaman konsep yang lebih mendalam dan kemampuan untuk menghubungi berbagai informasi, membuka pintu bagi siswa untuk berpikir kritis, siswa benar-benar memahami mengapa suatu konsep bekerja dan bagaimana keterkaitan antara konsep tersebut.
Melalui pembelajaran deep learning, siswa mampu mengeksplorasi berbagai perspektif dan meramu pengetahuan yang ada menjadi sesuatu yang orisinal.
Lebih lanjut, pembelajaran mendalam sering kali melibatkan proyek-proyek yang kompleks dan terbuka, di mana siswa memiliki kebebasan untuk memilih pendekatan mereka sendiri, bereksperimen dengan berbagai ide, dan belajar dari kegagalan.
Lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan pengambilan risiko ini memupuk keberanian untuk berpikir secara berbeda dan menghasilkan karya-karya yang unik.
Dengan demikian, alih-alih sekadar menerima informasi secara pasif, siswa yang terlibat dalam pembelajaran mendalam menjadi pemikir aktif dan pencipta ide yang berani.
Deep learning, sebagai pendekatan pembelajaran mendalam, memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kreativitas siswa.
Pembelajaran Deep Learning bukan menggantikan Kurikulum Merdeka, tetapi dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang dapat melengkapi Kurikulum Merdeka.
Kurikulum Merdeka sendiri sudah memiliki fokus pada pembelajaran yang aktif dan relevan, tetapi Deep Learning dapat memberikan tambahan dalam hal pemahaman mendalam dan aplikasi pengetahuan.
Makanya istilah yang mengatakan bahwa, bergantinya menteri dalam pemerintahan, maka berganti pulah kurikulum.
Pendapat ini, tidak benar sama sekali.
Perlu diluruskan, agar masyarakat memahami bahwa kurikulum tidak mengalami perubahan, namun merevisi kembali kurikulum dan disesuaikan dengan perkembangan murid dan zaman.
Pada pembelajaran mendalam berfokus pada 3 elemen, utama yakni, (1) Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Deep learning menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan relevansinya dengan kehidupan nyata siswa. Ketika siswa memahami “mengapa” di balik apa yang mereka pelajari, lebih termotivasi untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan membuat koneksi yang tidak biasa, yang merupakan inti dari kreativitas.
Pembelajaran Sadar (Mindful Learning): Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih fokus dan reflektif terhadap proses belajar mereka. Dengan kesadaran yang meningkat, siswa menjadi lebih peka terhadap detail, pola, dan perspektif yang berbeda, yang dapat memicu ide-ide kreatif.
Latihan refleksi diri membantu siswa memahami dampak tindakan mereka dan mendorong eksplorasi ide-ide baru. Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning): Deep learning seringkali melibatkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti diskusi kelompok yang dinamis, permainan edukatif.
Pembelajaran Deep Learning ini, telah penulis terapkan di SMP Negeri 5 tempat penulis mengajar, yaitu SMPN 5 Padang. Tepatlah kiranya pada topik organisasi kehidupan serta planet dan tata surya, mengimplementasikan pendekatan pembelajaran Deep Learning ini, karena pembelajaran ini akan menarik bagi siswa jika kita sebagai pendidik berinovasi dalam menerapkan pembelajaran dalam kelas.
Sehingga pembelajaran IPA yang selama ini siswa kurang meminatinya, menjadi termotivasi mempelajari IPA jadinya. Metode pembelajaran yang penulis terapkan dalam pembelajaran ini adalah Projek Based Learning (PjBL).
Pada rangkaian kegiatan pembelajaarn, mereka merencanakan projek yang akan mereka rancang di sekolah dimulai dari penyediaan alat dan bahan, prosedur kerjanya. Siswa secara berkelompok merancang model sel dan model planet dan tata surya pada pertemuan tatap muka yang berbeda jadwalnya.
Mereka secara berkelompok bergotong-royong merangkai model sel, model planet dan tata surya. Untuk menuntun siswa bekerja, guru menayangkan video cara membuat model sel dan planet. Di samping itu siswa membaca petunjuk kerja yang terdapat dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Untuk membuat bentuk organel sel digunakan pleitisin atau” clay” yang mudah dibentuk menjadi benda yang kita inginkan. Begitu pula membentuk planet juga dari clay. Siswa berkreasi sendiri membentuk model sel dan nodel planet.
Mereka antusias dalam merangkai setiap organel sel tumbuhan dan sel hewan. Begitu pula membuat model planet dan tata surya. Membuat model sel dan planet merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
Mereka tidak merasa jenuh dan bosan. Guru membimbing siswa dalam bekerja dan merangkai model sel dan planet. Pembelajaranpun yang telah disampaikan oleh guru terpenuhi sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru.
Jadi, proses pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru telah mengimplementasikan ketiga elemen utama pembelajaran deep learning, yaitu pembelajaran bermakna, yaitu ; (Meaningful Learning), Pembelajaran Sadar (Mindful Learning), serta Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning).
Kegiatan pembelajaran dengan membuat model sel, planet dan tata surya telah mengimplementasi deep learning dalam pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan kreativitas siswa melalui pemahaman yang mendalam, refleksi, kegembiraan belajar, kolaborasi, keterlibatan aktif, dan pemanfaatan teknologi.
Pembelajaran yang menarik dan inovatif .”Mari berinovasi demi suatu perubahan yang positif demi anak bangsa mewujudkan generasi yang berkarakter dan SMARS”.(***)
Editor : Novitri Selvia