PADEK.JAWAPOS.COM-Suasana berbeda terlihat dari halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang pada Jumat, tepatnya pada 29 Agustus 2025. Halaman yang biasanya hanya di hiasi mobil yang parkir, namun kali ini suasana berbeda.
Di mana ada tenda BPBD Kota padang yang berdampingan dengan bus donor darah dari PMI. Suasana yang berbeda kali ini. Karena ada kegiatan donor darah yang di laksanakan oleh Darmawanita dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, yang bekerjasama dengan Palang merah Indonesia (PMI).
Kegiatan donor darah ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan program kerja DWP Disdikbud. Pelaksanaan kegiatan ini juga diikuti oleh 87 orang pendonor yang mayoritas adalah guru-guru, pegawas dan pegawai di lingkungan Disdikbud.
Acara ini langsung di buka oleh Penasehat Darma Wanita Persatuan Kota Padang Srihayati Maigus Nasir. Dalam sambutanya, beliau sangat menngapresiasi kegiatan yang beliau rasa sangat bermanfaat untuk masyarakat ini.
Karena kegiatan donor darah sangat membantu orang-orang yang sangat membutuhkan darah. Harapan penasehat DWP Kota Padang juga disampaikan langsung kepada penasehat DWP Disdikbud Yopi Krislova dan Ketua Darmawanita Disdikbud Kota Padang Mona Yopi krislova.
Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang sering di lakukan oleh DWP disdikbud. Tentuunya harapan ini juga disambut baik oleh Ketua DWP Disdikbud dan Insya Allah Mona Yopi Krislova juga sudah memasukkan kegiatan ini sebagai agenda rutin dalam program kerja DWP Disdikbud.
Terlihat tingginya antusias para guru dan pegawai untuk mendonorkan darahnya. Selain niat yang tulus untuk membantu orang-orang yang sedang membutuhkan darah, tentunya hal positif lainya ingin diperoleh pendonor yaitu agar tubuh pendonor terasa lebih sehat lagi.
Karena jantung akan terasa sehat akibat dengan mendonorkan darah, tentunya mengurangi risiko kekentalan darah di tubuh pendonor. Selain itu sebelum kita mendonorkan darah kita juga mendapatkan periksaan Kesehatan gratis dari PMI.
Dalam kegiatan donor darah ini PMI juga menyampaikan semakin sering kita mendonorkan darah, tentunya metabolisme tubuh kita semakin baik. Estimasi waktu pendonor boleh mendonorkan darahnya dijelaskan oleh PMI yaitu satu kali dalam 2 bulan.
Tentunya PMI juga mengatakan syarat untuk menjadi pendonor, tentunya memiliki niat yang kuat, lalu tubuh yang sehat dan tidak sedang mengidap penyakit menular, memiliki tekanan darah yang normal, kadar hemoglobin yang memenuhi syarat, dan pastinya tidak di sarankan untuk ibu hamil.
Pihak PMI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada DWP Disdikbud yang telah memfasilitasi kegiatan donor darah yang diikuti oleh guru-guru serta pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.
Sehingga dengan diadakan donor darah ini maka bertambah pula stok darah yang ada di PMI. Di mana stok darah yang ada di PMI selalu tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang tinggi terhadap ketersediaan darah di PMI itu sendiri.
Dikarenakan banyaknya masyarakat yang sedang membutuhkan darah untuk kesembuhan mereka. Harapan PMI semoga DWP Disdikbud senantiasa mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah ini.
Karena semakin banyak darah yang di donorkkan maka semakin banyak nyawa yang bisa kita selamatkan sesuai selogan PMI “setetes darah anda, nyawa bagi sesama”.
Ketua DWP Disdikbud Mona Yopi Krislova juga terharu. Karena begitu tinggi minat guru-guru di Kota Padang untuk ingin ikut mendonorkan darah mereka. Bahkan ada guru-guru yang datang dari Bugus Teluk Kabung untuk menjadi pendonor.
Mona juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan sosial ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan kita semua dan darah kita dapat menjadi penyelamat nyawa saudara-saydara kita.(Widia Agustin, M.Pd, GURU SMPN 29 PADANG)
Editor : Novitri Selvia