PADEK.JAWAPOS.COM-Abdul Mukhti, Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan bahwa pelajaran Kecerdasan Artifisial (Al) dan Koding menjadi bagian dari kurikulum pilihan di tingkat sekolah dasar hingga menengah.
Saat ini, semua persiapan telah rampung dan hanya menunggu Peraturan Menteri untuk resmi diluncurkan. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan yaitu , dilaksanakannya Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kota Padang telah melakukan pelatihan KKA ini dengan mengikutkan perwakilan guru jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Bapak Arman, Kabid Dinas Pendidikan Kota Padang.
Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa koding bukan sekadar menulis perintah pada komputer, melainkan sarana melatih logika, kreativitas, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital. Pesan beliau menjadi energi positif bagi seluruh peserta yang hadir.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengerjaan modul pelatihan yang berfokus pada pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) dan dasar-dasar koding. Melalui modul ini, para peserta dilatih untuk berpikir komputasional, memahami cara kerja AI, serta mencoba langsung penerapannya dalam pembelajaran.
Pengalaman ini menjadi berkesan karena para guru dapat belajar sambil berlatih membuat proyek sederhana dengan memanfaatkan koding dan AI. Semangat kebersamaan, rasa ingin tahu, serta dukungan dari sekolah menjadikan kegiatan ini lebih bermakna.
Dengan adanya pelatihan KKA ini, SMP Negeri 39 Padang berkomitmen untuk menggaungkan Gerakan Peduli Koding. Harapannya, gerakan ini tidak hanya menumbuhkan literasi digital di sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal menyiapkan generasi muda yang cakap, kreatif, dan siap bersaing di era teknologi.
Bentuk langkah nyata hasil dari pelatihan KKA ini, Kelompok Kerja Guru (KKG) Informatika SMP Negeri 39 Padang mulai memperkenalkan aplikasi pembuatan game sederhana yaitu aplikasi Scratch.
Dengan Scratch, murid dapat belajar konsep dasar koding secara visual, menyusun blok-blok perintah menjadi sebuah alur logika, hingga menghasilkan sebuah game sederhana yang interaktif. Proses ini melatih kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, sekaligus kerjasama dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan pemanfaatan ChatGPT sebagai bagian dari penerapan kecerdasan artifisial. Murid dapat belajar bagaimana cara memasukkan prompt yang benar sehingga AI dapat memberikan jawaban atau ide yang relevan dengan kebutuhan.
Melalui kegiatan ini, siswa memahami bahwa penggunaan AI memerlukan ketepatan dalam menyampaikan instruksi, serta melatih keterampilan komunikasi digital mereka.
Tak lupa, disetiap pembelajaran kecerdasan Artifisial (AI) guru informatika memberikan penekanan kepada murid bahwa AI memang membantu perkerjaan manusia, namun, jika digunakan tanpa pengawasan dan pemahaman yang benar, AI dapat menimbulkan berbagai masalah.
Misalnya, murid bisa menjadi terlalu bergantung pada AI sehingga mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka. Dengan cara ini, pembelajaran AI di SMPN 39 Padang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Tingkat berfikir kritis dan kreativitas murid menjadi lebih meningkat. Mereka berusaha untuk menampilkan yang terbaik dalam proses pembelajaran, terutama TIK. Sebagai seorang guru TIK saya merasa tertantang menerapkan KKA.
Dalam pembelajaran bersama murid. KKA dapat diterapkan pada semua mata Pelajaran. Pemanfaan kemampuan koding dan pemanfaatan AI merupakan bekal penting bagi generasi muda agar mampu bersaing di era digital yang serba cepat dan penuh tantangan.
Gerakan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di SMPN 39 Padang mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Ibu Suryati, M.Pd. Kepala sekolah berharap agar kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya belajar baru di SMPN 39 Padang.
Melalui pembelajaran berbasis teknologi ini, siswa diharapkan lebih kreatif, inovatif, dan memiliki keterampilan berpikir kritis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.(Dina Ristiana Anesa, M.Pd, Guru SMPN 39 Padang)