Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 28 Kota Payakumbuh: Pendidikan Berkualitas, Murid Sukses di Masa Depan

Zulkarnaini. • Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Meili Junita, M.Pd,Gr, GURU SDN 28 KOTA PAYAKUMBUH
Meili Junita, M.Pd,Gr, GURU SDN 28 KOTA PAYAKUMBUH

PADEK.JAWAPOS.COM-Tes Kemampuan Akademik yang disingkat TKA adalah sarana untuk mengukur capaian belajar siswa pada mata pelajaran seperti matematika dan literasi.

Tes ini dirancang sebagai asesmen standar yang dilakukan secara nasional, bertujuan untuk memantau dan menilai penguasaan kompetensi siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku, dan hasilnya tidak menentukan kelulusan, tetapi dapat digunakan untuk keperluan lain seperti pengembangan diri atau pemenuhan persyaratan tertentu di masa depan. 

Berdasarkan landasan tadi maka K3S kecamatan Payakumbuh Barat dan Selatan bekerjasama dengan penerbit Pustaka Mulia menyelenggarakan seminar sehari kepada kepala sekolah dan para guru sekolah dasar.

Khususnya guru kelas yang mengajar di kelas 6 yang berada di kawasan Kota Payakumbuh Barat dan Selatan, acara seminar tersebut diadakan pada hari Rabu tanggal 15 oktober 2025 berlokasi di Aula SMAN 2 Kota Payakumbuh.

Acara tersebut di mulai pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Narasumber dari kegiatan seminar tersebut yakni ibu Delviati, M.Pd dari BBPMP. Seminar sehari ini, tidak hanya berpusat pada materi TKA saja namun juga membahas pembelajaran mendalam.

Saya selaku peserta seminar tersebut mewakili guru kelas 6 yang mengajar di SDN 28 Kota Payakumbuh mulai memahami maksud dan tujuan dari TKA.

Di mana seminar TKA bagi guru sekolah dasar berfungsi untuk memberikan umpan balik objektif mengenai capaian akademik siswa dan memperbaiki metode pengajaran guru agar lebih mendorong pemahaman konseptual dan berpikir kritis siswa. 

Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat kompetensi guru dalam menyusun strategi pembelajaran dan memanfaatkan teknologi, serta membantu sekolah memetakan mutu pendidikan dan menginformasikan dialog dengan orang tua mengenai pencapaian siswa. 

Mengukur capaian akademik dengan menilai kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur pada mata pelajaran tertentu, seperti matematika. Penilaian standar dengan memberikan laporan capaian akademik individu siswa berdasarkan penilaian yang terstandar. 

Mendukung sistem penilaian tujuan TKA melengkapi, bukan menggantikan, sistem penilaian yang sudah ada di sekolah. 

Mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya TKA dapat menjadi salah satu tolok ukur bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. 

Namun poin penting lainnya TKA tidak bersifat wajib bagi semua siswa, tetapi bersifat sukarela bagi mereka yang merasa siap dan membutuhkannya.

TKA ini diselenggarakan tanpa biaya, biaya pelaksanaan TKA ditanggung oleh pemerintah agar semua siswa memiliki akses yang setara tanpa hambatan ekonomi dan yang lebih penting hasil TKA tidak menentukan kelulusan siswa, kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah masing-masing. 

Namun hasil TKA menjadi umpan balik berharga bagi guru untuk merancang metode mengajar yang lebih efektif, bukan sekadar mengandalkan hafalan, melainkan lebih fokus pada pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa. 

Data hasil TKA membantu guru menyesuaikan strategi pengajaran di kelas dan memastikan kualitas pembelajaran terjaga dengan baik. TKA dapat memberikan data yang objektif untuk didiskusikan bersama orang tua mengenai capaian akademik anak, bukan hanya berdasarkan rapor internal.

Secara jangka panjang, hasil TKA membantu sekolah menjaga integritas penilaian agar nilai rapor siswa selaras dengan kemampuan mereka didunia nyata.

Manfaat hasil TKA untuk murid yakni hasil TKA menunjukkan profil akademik terstandar tiap anak murid bisa mengetahui kekuatan & kelemahan belajarnya.

Sehingga bisa jadi bahan refleksi pribadi terkait strategi belajarnya sudah efektif atau perlu perbaikan. Bisa disimpulkan bahwa TKA ini menuntut murid tidak hanya sekadar paham materi tapi juga terampil dalam mengaplikasikannya dalam dunia nyata.

Untuk itu, guru juga harus terampil dalam menciptakan pendidikan berkualitas sehingga kesuksesan bagi muridnya di masa depan menjadi nyata dan akhirnya sistem pendidikan di Indonesia berjalan sesuai dengan cita-cita. (Meili Junita, M.Pd, Gr, GURU SDN 28 KOTA PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#Meili Junita #SD Negeri 28 Kota Payakumbuh