PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, SD Negeri 11 Payakumbuh menggelar kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Balai Jariang, Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 3,4,5, dan 6 beserta bapak dan ibu majelis guru, di bawah arahan kepala sekolah Rika Farlina, S.Pd.
Kegiatan ziarah ini merupakan agenda rutin sekolah selama tiga tahun berturut-turut, dan selalu menjadi momen yang dinantikan karena sarat dengan nilai pendidikan karakter.
Menariknya, dalam kegiatan ini seluruh rombongan berangkat dengan penuh semangat sambil berjalan kaki menuju lokasi.
Hal ini sebagai bentuk penghormatan, simbol kesederhanaan sekaligus refleksi kecil tentang perjalanan panjang para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Sepanjang perjalanan, guru memberikan penguatan kepada siswa tentang arti perjuangan, keteguhan hati, dan rasa hormat kepada mereka yang telah mendahului kita.
Sesampainya di Taman Makam Pahlawan, langkah siswa melambat, seakan memahami bahwa tempat ini menyimpan kisah perjuangan dan pengorbanan yang tak ternilai.
Kegiatan diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Zarmi Sentosa, S.Pd. Suasana langsung berubah menjadi hening, khidmat, dan penuh rasa hormat.
Usai berdo’a, seluruh siswa dan bapak ibu majelis guru menyanyikan lagu “Gugur Bunga” di bawah komando Erni Yenta, S., S.Pd.I. Sebuah lagu yang telah lama menjadi simbol penghormatan dan duka cita bagi para pahlawan yang telah gugur.
Suara siswa yang lembut dan penuh perasaan membuat suasana semakin haru, seakan menyambungkan rasa cinta mereka kepada para pejuang bangsa.
Di momen itulah, para guru kembali mengingatkan kepada siswa tentang nilai penting dari pesan Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”.
Nilai inilah yang ingin diwariskan kepada siswa SD Negeri 11 Payakumbuh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga.
Siswa secara bergiliran menaburkan bunga pada makam-makam yang berderet rapi sebagai bentuk penghormatan dan rasa terimakasih atas jasa para pahlawan yang telah berjuang mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia.
Meski tangan mereka kecil, namun ketulusan yang mereka berikan begitu besar. Banyak siswa yang menghayati momen tersebut, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali berziarah ke taman makam pahlawan. Pengalaman ini terasa begitu istimewa dan sangat mengesankan.
Kepala SDn 11 Payakumbuh, Rika Farlina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dan bagian dari pendidikan karakter yang ingin terus dikembangkan di SD Negeri 11 Payakumbuh.
“Ketika anak-anak berjalan kaki menuju makam pahlawan, berdo’a, menyanyikan lagu, dan menabur bunga, mereka tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mempelajari nilai keteladanan, keberanian, dan pengorbanan,” ujarnya.
“Melalui ziarah ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, nasionalisme, dan rasa syukur kepada siswa, bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui perjuangan panjang para pahlawan.”
Beliau juga menambahkan bahwa, “Karakter besar dimulai dari pengalaman kecil yang bermakna, salah satunya melalui kegiatan seperti ini.”
Perjalanan singkat menuju makam pahlawan ini bukan sekedar kegiatan luar kelas, tapi sebuah perjalanan batin yang penuh makna.
Melalui ziarah ke TMP Pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Balai Jariang, SD Negeri 11 Payakumbuh berharap agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berjiwa nasionalis dan patriotis serta siap meneruskan cita-cita bangsa.
Di tengah kecanggihan teknologi dan kemudahan akses digital saat ini, muncul sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan bersama. Apakah kita, generasi hari ini, masih mampu menjaga nilai kejujuran, kedisiplinan, serta ketulusan seperti para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih?
Kecanggihan teknologi hendaknya tidak membuat anak-anak bangsa melupakan akar perjuangan dan nilai-nilai luhur yang membangun negeri ini.
Untuk itu, marilah kita bersama-sama menjaga api perjuangan itu tetap menyala dalam diri setiap anak bangsa, agar di tengah gemerlap teknologi mereka tetap tumbuh sebagai generasi yang berakar pada sejarah dan menjulang dengan karakter yang kuat.
Dengan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, kita telah menunjukkan bahwa menghargai jasa pahlawan berarti menjaga semangat perjuangan tetap hidup dan tumbuh dalam diri setiap anak bangsa.( Desi Aulia, M.Pd, Guru SDN 11 Payakumbuh)
Editor : Novitri Selvia