Penulis : Gustina, M.Pd. - Plt Kepala SD Negeri 02 Payakumbuh
Catatan-catatan kecil di tangan tim penilai siang itu bukanlah sekadar angka, melainkan kompas bagi SDN 02 Payakumbuh melangkah lebih jauh. Pada Kamis (23/4), sekolah ini kedatangan Tim Penilai Lomba Kebersihan Antarsekolah dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Namun, bagi seluruh warga sekolah, kunjungan ini lebih dari sekadar urusan menang atau kalah.
Alih-alih merasa terbebani proses penjurian, pihak sekolah justru menjadikan momen ini sebagai “ruang cermin” melihat sejauh mana komitmen mereka merawat lingkungan belajar. Setiap sudut sekolah, mulai dari sanitasi, kerapian taman, hingga pengelolaan sampah, dipantau secara mendalam tim penilai.
Evaluasi sebagai Bahan Bakar Perubahan
Plt. Kepala SDN 02 Payakumbuh, Gustina, M.Pd., menegaskan, masukan dan catatan yang diberikan tim penilai adalah poin yang paling berharga. Baginya, evaluasi tersebut peta jalan berbenah dan meningkatkan kualitas fasilitas sekolah ke depannya.
“Kami tidak mencari pujian tanpa celah. Justru dari catatan-catatan evaluasi inilah kami tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Apapun hasilnya nanti, target utama kami bukan sekadar trofi, melainkan bagaimana menciptakan rumah kedua yang sehat, rapi, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak setiap harinya,” ujar Gustina optimis.
Komitmen Lingkungan Belajar yang Sehat
Partisipasi SDN 02 Payakumbuh dalam lomba ini merupakan bagian komitmen jangka panjang sekolah mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang asri. Pihak sekolah percaya, lingkungan bersih memiliki korelasi langsung dengan kenyamanan siswa menyerap pelajaran.
Upaya ini juga sejalan dengan gerakan kemandirian pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick yang sebelumnya telah digalakkan, menunjukkan kebersihan di SDN 02 bukan sekadar gerakan musiman untuk lomba, melainkan budaya yang sedang dikonstruksi secara kolektif.
Menjemput Hardiknas dengan Wajah Baru
Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, kunjungan tim penilai ini menjadi momentum refleksi. Sekolah ingin menunjukkan , transformasi pendidikan tidak hanya terjadi di dalam buku pelajaran, tetapi juga melalui penataan lingkungan yang mendukung karakter disiplin dan cinta kebersihan pada diri siswa.
Dengan semangat berbenah, SDN 02 Payakumbuh siap menyulap setiap catatan evaluasi menjadi aksi nyata, memastikan standar kebersihan sekolah akan terus meningkat, jauh setelah hiruk-pikuk lomba ini berakhir.
Pada akhirnya, perjalanan SDN 02 Payakumbuh dalam menjaga kebersihan tidak akan berhenti saat tim penilai melangkah keluar dari gerbang sekolah. Komitmen ini janji jangka panjang memastikan, setiap sudut sekolah tetap menjadi ruang memanusiakan siswa.
Kebersihan bagi kami bukanlah sebuah destinasi yang selesai saat piala digenggam, melainkan sebuah perjalanan harian yang melibatkan tangan-tangan kecil para murid, dedikasi penjaga sekolah, hingga pengawasan para guru.
Dengan menjadikan setiap catatan evaluasi sebagai panduan, sekolah ini sedang membangun fondasi di mana kedisiplinan dan rasa memiliki terhadap lingkungan menjadi karakter yang melekat kuat pada setiap anak didik, jauh melampaui hiruk-pikuk perlombaan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril