Penulis : Putri Andini Agustin, S. Pd, Gr - Guru SD Islam Raudhatul Jannah
Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada pemahaman konsep secara utuh, bermakna, menyenangkan, dan bukan sekedar hafalan.
Melalui pembelajaran mendalam, diharapkan siswa dapat menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, dan mampu mengolah materi tersebut melalui pemikiran, perasaan, dan olahraga.
Guna mengimplementasikan dan elemen utama dalam pembelajaran mendalam, yakni pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan, siswa SD Islam Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh melakukan kunjungan ke PT Semen Padang dan Museum Adityawarman.
Kegiatan ini berkaitan dengan mengimplementasikan pembelajaran IPAS tentang energi dan muatan lokal yaitu kebudayaan Minangkabau.
Kunjungan ini dilaksanakan pada, Rabu 22 April 2026. Sejak pukul 04.00, sebanyak 90 siswa kelas III yang didampingi oleh 18 orang guru, sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke Padang.
Sesampainya di PT Semen Padang, rombongan SD Islam Raudhatul Jannah langsung disambut oleh staf yang bertugas di Gedung Serb Guna PT Semen Padang.
Materi tentang pengelolaan dan pembuatan semen, serta pemanfaatan energi yang digunakan, diberikan langsung oleh Bapak Haria Putra selaku Staf Komunikasi PT Semen Padang. Bapak Haria menjelaskan bahwa sebagai PT Semen Tertua di Asia Tenggara, PT Semen Padang memanfaatkan energi dengan bijak, bahkan mulai memanfaatkan sampah sebagai energi alternatif.
Anak-anak terlihat senang dan antusias dalam memperhatikan penjelasan, terlebih dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. PT Semen Padang juga memberikan beberapa souvenir sebagai doorprize dalam pemaparan materi.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya energi bagi kehidupan dan bagaimana upaya untuk memaksimalkan penggunaan energi dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Kegiatan di PT Semen Padang ditutup dengan makan siang bersama di Bukit Indarung, ditemani pemandangan yang indah dan taman rusa.
Selepas sholat zuhur, perjalanan dilanjutkan ke Museum Adityawarman. Kegiatan di Museum bertujuan untuk memperkenalkan siswa dengan berbagai kebudayaan yang ada di Minangkabau.
Hal ini merupakan implementasi dalam pelajaran muatan lokal, yaitu Budaya Alam Minangkabau. Sesampainya di sana, siswa mengamati berbagai hal, seperti sejarah, keramik, alat musik, koleksi perhiasan, makanan tradisional, hingga kesenian juga dijabarkan oleh pemandu yang ada di Museum Adityawarman. Anak-anak mendengarkan penjelasan dengan saksama di ruang koleksi keramik di Lt. Dasar.
Setelah diberikan penjelasan dan berkeliling, anak-anak juga bermain melepas lelah di taman museum yang luas. Dengan adanya kunjungan seperti ini, diharapkan informasi yang diterima di sekolah dapat dimaknai lebih dalam setelah anak-anak melakukan pengamatan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman pembelajaran tidak hanya berupa materi di sekolah saja, tetapi juga menjadin konsep yang utuh dan menjadi core memory yang akan senantuasa mereka ingat. (*)
Editor : Adriyanto Syafril