Penulis : Yaswirman, S.Pd - Kepala UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh
Dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa berkarakter mulia dan berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan, Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota telah menggagas sebuah program unggulan yang penuh makna dan harapan.
Program tersebut dikenal dengan nama “Sakato Mengaji”, yang secara resmi diluncurkan pada tahun 2025 bertempat di SMPN 1 Kecamatan Luak. Program ini lahir dari satu tekad yang bulat: tidak ada lagi seorang pun siswa di bumi Kabupaten Limapuluh Kota yang buta terhadap huruf Al Quran. Seiring berjalannya waktu dan semakin kokohnya komitmen bersama, program ini pun bertransformasi menjadi “Sakato Berjaya” — sebuah visi besar yang menempatkan karakter juara berbasiskan agama sebagai pilar utama pendidikan daerah. Semangat ini menjadi roh yang menggerakkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama, untuk bersatu padu dalam membangun peradaban yang berilmu dan bertaqwa.
Berpijak pada amanat program unggulan pemerintah daerah tersebut, UPTD SMPN 1 Kecamatan Gunuang Omeh menyambut dan mengimplementasikan Program Sakato Berjaya dengan penuh kesungguhan. Beragam kegiatan dirancang secara terstruktur untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Kegiatan Tahsin dilaksanakan setelah shalat Zuhur berjamaah, di mana para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi para guru serta penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunuang Omeh berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati bersama. Kegiatan Iqra’ diperuntukkan bagi siswa yang masih tahap mengenal huruf hijaiyah dan tajwid, dilaksanakan dalam suasana kelompok yang kondusif di bawah bimbingan para guru. Sementara itu, Kegiatan TPSA ditujukan bagi siswa yang telah menguasai tajwid dan makhrijul huruf, dengan fokus pada pengembangan kemampuan seni baca Al Quran yang dibimbing langsung penyuluh ahli dari KUA.
Selain kegiatan-kegiatan di atas, program ini juga diperkaya dengan aktivitas spiritual dan pengembangan diri yang tak kalah bermakna. Kegiatan Shalat Dhuha dilaksanakan secara berjemaah dan terpimpin setiap pagi sebelum siswa menuju kantin, berlangsung dari hari Senin hingga Kamis, sehingga menanamkan kebiasaan beribadah sunah sejak dini. Kegiatan Muhadarah digelar setiap hari Jumat sebelum jam pembelajaran dimulai, memberikan ruang bagi setiap kelas untuk tampil secara bergiliran, melatih kemampuan berpidato, kepercayaan diri, serta kematangan dalam mengelola dan menguasai emosi di hadapan publik.
Adapun Kegiatan Tahfiz diselenggarakan dalam program ekstrakurikuler setiap hari Senin setelah jam belajar usai, khusus bagi siswa yang telah memiliki kemampuan membaca yang baik serta motivasi yang kuat untuk menghafal Al Quran. Keseluruhan kegiatan ini berjalan beriringan secara harmonis, membentuk ekosistem pendidikan agama yang hidup dan berkesinambungan di lingkungan sekolah.
Program Sakato Mengaji telah memberikan dampak yang amat positif dan dirasakan seluruh warga sekolah. Bagi para guru, program ini menjadi cermin dan pendorong untuk senantiasa memperbaiki serta meningkatkan kualitas bacaan Al Quran mereka sendiri, sehingga tumbuh semangat belajar yang tidak mengenal usia. Bagi para siswa, program ini membuka lebar pintu kesempatan belajar membaca Al Quran dengan benar, indah, dan penuh penghayatan — sesuatu yang mungkin tidak mereka dapatkan secara optimal di luar lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar kemampuan membaca, program ini turut membentuk akhlak mulia, kedisiplinan dalam beribadah, keberanian dalam berbicara di depan umum, serta kemampuan memimpin dan berorganisasi yang akan menjadi bekal berharga sepanjang hayat.
Buah nyata dari kerja keras dan keistiqamahan dalam menjalankan program ini telah mulai dipetik dengan penuh kebanggaan. Pada tahun 2025, UPTD SMPN 1 Kecamatan Gunuang Omeh berhasil menyelenggarakan Wisuda Tahfiz perdana dengan meluluskan sebanyak 9 orang santri penghafal Al Quran. Tidak berhenti di sana, pada tahun 2026 ini jumlah wisudawan meningkat menjadi 15 orang — sebuah pertumbuhan yang membuktikan keseriusan dan keberhasilan program ini. Ke depan, sekolah terus memantapkan langkah dengan sasaran yang semakin ambisius: meningkatkan kualitas shalat Dhuha seluruh sivitas sekolah, memperluas kemampuan siswa dalam berpidato, serta mengasah kepiawaian mereka dalam mengelola kegiatan dan mengendalikan emosi. Semua ini adalah ikhtiar yang tulus dalam mencetak generasi “Sakato Berjaya” — generasi berkarakter juara yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kokoh dalam iman dan mulia dalam akhlak. (*)
Editor : Adriyanto Syafril