Penulis : Bayu Priyantno. S.Pd. - Kepala SDN 66 Payakumbuh
Apa itu revitalisasi? Secara bahasa revitalisasi adalah proses, cara, atau perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal, kawasan, atau fungsi yang sebelumnya terberdaya, menurun, atau mati, agar kembali bernilai penting. Bagaimana dengan revitalisasi sekolah? Revitalisasi sekolah adalah program strategis pemerintah untuk memperbaiki, merenovasi, dan membangun sarana prasarana sekolah agar layak, aman, dan nyaman untuk pembelajaran.
Program ini mulai dilaksanakan pada tahun 2025 lalu. Satuan Pendidikan yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia menerima bantuan revitalisasi mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.
Pemerintah memberikan bantuan revitalisasi tidak hanya untuk sekolah negeri tapi juga sekolah swasta. Memang belum semua sekolah menerima bantuan ini karena adanya proses seleksi berdasarkan entrian data dapodik sekolah.
Apa yang mesti dientri sekolah di dapodik? Pihak sekolah wajib entri data sarana dan prasarana sekolahsesuai kondisi rill atau yang sebemarnya karena ini menjadi dasar utama. Yang paling penting sekali waktu sinkronisasi data dapodik karena adanya jadwal khusus untuk penarikan data sarana dan prasarana di dapodik. Setelah ini dilakukan pihak sekolah akan menerima informasi lanjutan dari Dinas Pendidikan.
Pada tahun 2025 lalu, sekolah di Kota Payakumbuh menerima bantuan revitalisasi.Hanya 8 sekolah dari TK hingga SMP yang terdiri dari TK IPHI, SD Negeri 17 Payakumbuh, SD Negeri 23 Payakumbuh, SD Negeri 38 Payakumbuh, SD Negeri 66 Payakumbuh, SD IT AL HUFFAZ, SD Muhammadyah dan SMP Raudatul Jannah.Masing-masing sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan menu yang berbeda.
Di SD Negeri 66 Payakumbuh menu revitalisasi berupa pembangunan 2 paket toilet dan 1 ruang UKS. Ini penantian yang sangat panjang, ucap Kepala Sekolah Bayu Priyatno. Permintaan ini dari tahun 2022, alhamdulillah terwujud setelah 3 tahun, tambahnya.Dengan terbitnya SK penerima bantuan revitalisasi pada Juni 2025, pihak sekolah bergerak cepat untuk membentuk kepanitiaan yang terdiri TIM P2SP dan TIM Teknis. Hal ini dilakukan sesuai dengan panduan revitalisasi.
Pihak sekolah mengelola bantuan secara mandiri mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Disinilah kelebihan program revitalisasi. Pihak sekolah bisa membangun sarana prasarana sekolah sesuai dengan kebutuhan demi mewujudkan sekolah impian.
Proses perencanaan berawal dari gambar dan RAB yang kemudian diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui aplikasi. Setelah pengajuan di approve terbitlah PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara kementerian dengan sekolah. Dengan terbitnya PKS, pada bulan Agustus 2025 biaya bantuan revitalisasi sudah cair. Proses pembangunan pun dilakukan dalam rentang waktu 4 bulan, maksimal 5 bulan dengan pelaporan.
Berselang 4 bulan, konsep toilet impian dan UKS idaman hadir di sekolah. Wujud toilet impian dengan pencahayaan yang terang, air yang deras, closet yang bersih menghadirkan kenyamanan untuk anak-anak. Begitu juga dengan UKS idaman dengan kasur yang empuk, ruangan yang bersih dan pelayanan prima diberikan kepada anak-anak.
Di bulan ke 5 pengerjaan tepatnya Desember 2025, pihak sekolah sudah menyelesaikan laporan pertanggung jawaban melalui aplikasi. Pada akhir tahun 2025, pemeriksaan secara internal melalui Dinas Pendidikan sudah dilakukan. Alhamdulillah toilet dan UKS sudah diizinkan untuk dimanfaatkan oleh siswa.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggupun datang. Pada hari Jum’at, 17 April 2026, sekolah-sekolah penerima bantuan revitalisasidi Sumatera Barat diundang oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menghadiri kegiatan “Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Aisyiyah Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota.Peresmian dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (*)
Editor : Adriyanto Syafril