Penulis : Novia Aurora - SMP IT ICBS Payakumbuh
Lapangan SMP IT ICBS Komplek Padang Kaduduak dipenuhi haru dan tepuk tangan meriah, Sabtu, 9 Mei 2026 pagi. Santri kelas 9 menggelar MUHTERA, singkatan dari Muhadarrah Terakhir sebagai panggung pamitan terakhir sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB dibuka dengan sesi formal. Sambutan disampaikan oleh Ketua Generasi, Yazid, dilanjutkanPJ Kegiatan Ustadz Afrizal, Kepala Sekolah, Ustadz Vikri,dan Pimpinan ICBS, Ustadz Roni Patihan. Setelah pidato sambutan, lalu pidato oleh perwakilan santri dan ditutup oleh doa. Kegiatan berlanjut ke sesi nonformal yang jadi sorotan utama.
Memasuki acara nonformal, MC membuka rangkaian penampilan dengan enerjik. Penonton dibuat takjub karena MC yang memandu adalah santri yang biasanya jarang tampil di kelas. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi siswa tidak hanya terlihat dari prestasi akademik.
Rangkaian penampilan nonfomal meliputi Tanbua Tansa, pembacaan puisi,solo song, story telling, Randai, pantomim, demonstrasi karate, tapak suci, hingga lagu perpisahan yang dibawakan seluruh santri kelas 9.
Dari rangkaian acara nonformal tersebut, Tanbua Tansa dan Randai merupakan kesenian tradisional Minangkabau yang baru pertama kali hadir di panggung MUHTERA. Kedua kesenian ini sebelumnya merupakan kegiatan ekstrakurikuler baru di ICBS. Setelah dilatih akhirnya dapat ditampilkan dalam acara MUHTERA. Hal tersebut bertujuan untukmembuat siswa menjadi lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya Minangkabau. Meski di ICBS tidak semua santri berasal dari Minangkabau, mereka tetap tertarik dan antusias mempelajari kesenian tradisional Minangkabau tersebut.
Acara MUHTERA 2026 berakhir pukul 09.45 WIB dengan lagu perpisahan yang dibawakan seluruh santri kelas 9.Suasana berlangsung haru. Seluruh santri saling berpelukan dan sebagian tampak meneteskan air mata, mengingat mereka akan berpisah setelah tiga tahun bersama. Mereka berpamitan kepada warga sekolah, membawa kenangan dan karya sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (*)
Editor : Adriyanto Syafril