Penulis : Rilda Gumala, SP,M.TP - Guru SMK PP Negeri Padang
Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang berperan penting sebagai sentra produksi kakao di Indonesia. Komoditas kakao ini bahkan sempat menjadi primadona pemulihan ekonomi masyarakat. Daerah sentra produksi kakao di Sumatera Barat diantaranya adalah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang pariaman, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanahdatar.
Petani kakao di Sumatera menanam kakao klon unggul seperti MCC 01 dan MCC 02 bahkan petani kakao di Payakumbuh dan Tanahdatar mengembangkan varietas unggul lokal BL-50. Biji kakao Sumatera Barat jika difermentasi sempurna maka akan menghasilkan cita rasa yang lembut dan khas sehingga disukai industri cokelat premium.
Buah kakao berasal dari tanaman kakao (Theobroma cacao) adalah buah tropis yang menjadi bahan baku utama pembuatan cokelat. Buah kakao berbentuk lonjong mirip peluru kendali atau bola rugby dengan panjang sekitar 15–30 cm. Warnanya berubah dari hijau atau merah keunguan saat muda, menjadi kuning, jingga, atau merah tua saat matang. Kulit luarnya tebal dan keras. Pada umumnya di dalam buah terdapat 20–60 biji yang diselimuti oleh pulp (daging buah) putih berlendir yang rasanya manis-asam segar. Biji kakao inilah yang melalui proses panjang (fermentasi, pengeringan, pemanggangan, dan penggilingan) hingga menjadi bubuk cokelat dan cocoa butter, pasta cokelat.
Berkunjung ke Lapau Cokelat Malibou yang lebih populer dikenal dengan nama Cokelat Malibou menjadi sangat menyenangkan karena selain kaya edukasi juga sarat dengan motivasi dan inpirasi tentang jatuh bangunnya buah kakao Sumatera Barat dan industri cokelat modern di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Padangpariaman .
Cokelat Malibou yang terletak di jalur strategis pariwisata Sumatera Barat yaitu di Jalan raya Padang Bukittinggi, Malibou Anai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman. Daya tarik utama di cokelat Malibou adalah konsep eduwisata, pengunjung diberikan materi tentang buah kakao dan proses pengolahan kakao, mengikuti proses pengolahan kakao seperti pemisahan kulit, pemanggangan/ roasting, penggilingan menjadi pasta, membuat dan mencetak permen coklat. Suasana yang interaktif dan menyenangkan membuat kita sebagai pengunjung betah berlama-lama duduk di lapau cokelat Malibou sambil menikmati secangkir minuman coklat hangat.
Sebagai salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) unggulan daerah Padangpariaman, Cokelat Malibou menjaga keaslian rasa kakaonya. Beberapa produk yang diproduksi dan dijual di lapau Cokelat Malibou antara lain adalah cokelat batang (Chocolate Bar) dan permen cokelat (Pralin), bubuk cokelat murni dan bubuk 3-in-1, bubuk cokelat siap seduh untuk minuman sachet, biji kakao murni (Cocoa Nibs), masker cokelat yaitu produk kecantikan yang memanfaatkan lemak cokelat murni (cocoa butter), coklat rasa rendang.
Cokelat Malibou membuktikan, ranah Minang mampu menghasilkan produk cokelat berkualitas tinggi yang mampu bersaing memasuki pasar global. Hebatnya, bahan bakunya semua langsung dari kebun petani lokal di Sumatera Barat khususnya Padangpariaman dan Limapuluh Kota, Sumatera Barat
Peserta didik Program Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang berkunjung ke Cokelat Malibou sangat senang mengikuti rangkaian kegiatan di Cokelat Malibou. Sambutan hangat dengan coklat hangatnya benar-benar membuat perasaan rileks. Suguhan materi yang menarik apalagi dengan masuk dan ikut bekerja di pabrik mini mengolah biji kakao menjadi permen cokelat yang enak di makan. Semuanya sangat menarik dan menyenangkan, peserta pun boleh mencicipi permen coklat yang sudah dibuat. Walaupun berbayar namun semua terasa sangat bermanfaat apalagi pulangnya semua peserta juga diberi bingkisan cokelat produksi Cokelat Malibou. Alhamdulillah. Nikmat mana lagi kah yang kita dustakan? (*)