Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Matematika Menyenangkan lewat Metode GEMBIRA

Adriyanto Syafril • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB
Guru yang mengikuti Kegiatan Membangun Numerasi Gembira foto bersama di HW Hotel Padang beberapa waktu yang lalu. (TIM LAMAN GURU)
Guru yang mengikuti Kegiatan Membangun Numerasi Gembira foto bersama di HW Hotel Padang beberapa waktu yang lalu. (TIM LAMAN GURU)

Sebanyak 48 pendidik dari jenjang PAUD dan SD Fase A yang berasal dari sembilan kabupaten di Sumatera Barat mengikuti Pelatihan Matematika GEMBIRA di HW Hotel Padang pada 11–14 Mei 2026. Kegiatan yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat itu bertujuan memper­kuat pembelajaran numerasi pada masa transisi anak dari PAUD ke sekolah dasar.

Pelatihan dibuka Kepala BGTK Sumatera Barat, Sri Yulianti, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa masa transisi dari PAUD ke SD merupakan periode penting yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat, terutama dalam mengenalkan konsep numerasi kepada anak.

“Kita ingin menghapus stigma bahwa matematika ada­lah pelajaran yang me­na­kutkan bagi anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat, ma­tematika justru bisa menjadi petualangan yang menye­na­ngkan,” ujarnya.

Metode GEMBIRA yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut bukan sekadar nama, melainkan sebuah pen­dekatan pembelajaran yang dirancang untuk membuat matematika lebih dekat deng­an dunia anak.

GEMBIRA merupakan akronim dari Gali, Eksplorasi, Muat Konten, Buat Aktivitas, Ikuti Pemikiran Murid, Rayakan, dan Apresiasi. Melalui pendekatan ini, guru diajak menggali pengetahuan awal peserta didik, memberikan pengalaman belajar melalui benda konkret, mengemas materi yang relevan dengan kehidupan anak, serta menciptakan aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.

Selain itu, guru juga didorong untuk menghargai proses berpikir murid, merayakan setiap keberhasilan yang dicapai, dan memberikan apresiasi sebagai bentuk penguatan positif bagi perkembangan anak.

Dari 48 peserta yang me­ngikuti pelatihan, enam orang merupakan delegasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota. Mereka adalah Halimah, S.Pd dari UPTD SDN 03 Simpang Kapuak, Yunia Fitri, S.Pd dari UPTD SDN 03 Mungo, Sisilia Gustian, S.Pd.I dari UPTD SDN 02 Sarilamak, Nora Herawati, S.Pd dari TK Anisa, Risa Yanti, S.Pd dari TK Al Husna, serta Aisyah Erya Ayunang, S.E dari TK Aisyiyah Sariak Laweh.

Kehadiran guru dari jenjang PAUD dan SD dalam satu pelatihan dinilai menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan pembelajaran pada Fase A. Dengan demikian, peserta didik dapat menjalani masa transisi ke sekolah dasar dengan lebih nyaman tanpa merasa terbebani.

Sri Yulianti berharap metode GEMBIRA tidak berhenti sebagai materi pelatihan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Harapan kita ke depan adalah lahirnya generasi emas yang tidak alergi terhadap angka. Jika fondasi numerasi di PAUD dan SD Fase A sudah kuat dan menyenangkan, maka pada jenjang berikutnya mereka akan lebih mudah memahami konsep sains dan teknologi yang lebih kompleks,” katanya.

Setelah pelatihan berakhir pada 14 Mei, para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengetahuan dan pengalaman baru untuk diterapkan di sekolah. Melalui metode GEMBIRA, diharapkan kualitas numerasi peserta didik di Sumatera Barat semakin meningkat dan matematika tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Limapuluh Kota