Penulis : Riri Okta Delia, S.Pd I - Guru Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman nyata bagi peserta didik. Hal inilah yang diwujudkan oleh peserta didik kelas V di UPTD SD Negeri 03 Labuah Gunuang melalui kegiatan praktik pelaksanaan ibadah haji dengan tema “Praktikkan Dulu, Insyaallah Jadi Kenyataan.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran aktif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam memahami tata cara beribadah.
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu. Materi tentang haji sering kali dianggap cukup kompleks bagi peserta didik sekolah dasar karena melibatkan banyak tahapan dan istilah yang baru mereka kenal. Oleh karena itu, pembelajaran melalui praktik menjadi metode yang tepat agar peserta didik dapat memahami setiap proses secara lebih mudah, konkret, dan menyenangkan.
Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan penjelasan mengenai makna, syarat, rukun, wajib, dan sunnah dalam ibadah haji. Peserta didik dilibatkan dalam satu kelompok dan diberikan peran masing-masing agar setiap anak terlibat aktif dalam kegiatan. Dengan menggunakan alat peraga sederhana yang telah disiapkan, lingkungan sekolah disulap menjadi miniatur tempat-tempat pelaksanaan haji, seperti Ka’bah, Padang Arafah, Muzdalifah, dan Bukit Shafa dan Bukit Marwa.
Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Peserta didik terlihat lebih bersemangat, aktif bertanya, dan saling membantu satu sama lain. Mereka tidak hanya belajar menghafal urutan pelaksanaan haji, tetapi juga memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, seperti kesabaran, keikhlasan, ketaatan, kebersamaan, dan pengorbanan.
Tema “Praktikkan Dulu, Insyaallah Jadi Kenyataan” dipilih bukan tanpa alasan. Tema ini mengandung motivasi agar peserta didik berani bermimpi dan mempersiapkan diri sejak dini. Hari ini mereka belajar melalui simulasi, mengenal tata cara ibadah haji melalui praktik sederhana, dan menanamkan harapan dalam hati bahwa suatu saat nanti Allah SWT akan memanggil mereka menjadi tamu-Nya di tanah suci.
Bagi guru, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menanamkan karakter religius kepada peserta didik. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam, sehingga ilmu yang diperoleh tidak mudah dilupakan. Ketika anak belajar dengan melihat, melakukan, dan merasakan langsung, maka pemahaman yang terbentuk akan lebih kuat.
Selesai melaksanakan kegiatan praktik, guru agama menyampaikan pesan kepada peserta didik.
“ Hari ini kita praktikkan, Insyaallah suatu saat nanti Ananda semua bisa langsung datang ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya. Namun, semua itu tak luput dari usahamu dalam belajar hari ini. Teruslah belajar hingga Allah swt memampukan Ananda untuk berhaji.”
Melalui kegiatan praktik ibadah haji ini, UPTD SD Negeri 03 Labuah Gunuang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Semoga langkah kecil yang dimulai dari ruang belajar hari ini menjadi doa dan ikhtiar menuju kenyataan di masa depan. (*)
Karena setiap impian besar selalu dimulai dari belajar, mencoba, dan mempraktikkan. Praktikkan dulu, Insyaallah jadi kenyataan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril