Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengasah Pena, Merawat Peradaban

Adriyanto Syafril • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:30 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd.T.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd.T.

Di tengah derasnya arus digital yang membuat banyak anak akrab dengan layar gawai, budaya menulis dinilai tetap menjadi jalan penting menumbuhkan generasi yang berpikir kritis, berkarakter, dan peduli terhadap masa depan bangsanya.

Laporan : Jufri Jao

Pesan itu disampai kan Kepala Dinas Pendidikan dan Ke­bu­­dayaan  Kabupaten Lima­puluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd.T., saat ditemui Pa­dang Ekspres usai pembukaan seleksi  atlet Porwanas di Rumah Dinas Bupati Li­ma­puluh Kota, Jumat (12/6).

Bagi Antoni, menulis iba­rat mengasah pisau. Semakin sering diasah, semakin tajam pula kemampuannya. Namun ketajaman itu bukan untuk melukai, melainkan untuk mempertajam nalar, memperkaya gagasan, dan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.

“Mudah-mudahan dengan menulis,  merangsang guru dan murid berpikir kritis dan berkarya sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang banyak,” ujarnya.

Ia mengapresiasi sema­ngat guru-guru Limapuluh Kota yang terus aktif menulis dan membagikan gagasan melalui berbagai media. Tak hanya itu, sejumlah siswa juga mulai me­ngikuti jejak para gurunya dengan menghasilkan karya-karya tulis yang membanggakan.

Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan benih yang sedang ditanam untuk masa depan daerah. Budaya lite­rasi yang tumbuh di sekolah akan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu memberi solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

“Ini merupakan per­kem­bangan yang luar biasa. Saat ini kita sedang menanam. Beberapa tahun ke depan, kita berharap Kabupaten Limapuluh Kota menjadi daerah yang melahirkan banyak pemikir yang berguna bagi daerah dan tentunya Indonesia. Menulis adalah cara sederhana membangun peradaban,” katanya.

Anto menjelaskan, literasi memiliki kaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan. Guru yang rajin membaca dan menulis akan terus memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensinya. Pada akhirnya, hal tersebut akan berdampak langsung pada kualitas peserta didik.

“Dengan literasi, kualitas guru tentu akan semakin me­ning­kat. Ketika kualitas guru meningkat, pengaruhnya juga akan dirasakan oleh anak didik­. Kalau anak-anak sudah hebat, peradaban juga akan hebat. Jika peradaban maju, ne­geri ini akan semakin makmur dan sejahtera sebagaimana cita-cita yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan menulis dapat menjadi alternatif kegiatan yang lebih produktif dibandingkan penggunaan gawai secara berlebihan. Kehadiran halaman Guru Limapuluh Kota di Padang Ekspres, menurutnya, bukan se­ka­dar ruang publikasi karya, melainkan ruang belajar yang mere­kam perjalanan pemikiran dan prestasi generasi daerah.

“Kita berharap halaman Guru Limapuluh Kota di Padang Ekspres ini menjadi kilas balik perjalanan Kabupaten Limapuluh Kota dalam melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa,” katanya.

Lebih jauh, Anto mengaku merindukan suasana masa lalu ketika anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, aktif bermasyarakat, dekat dengan nilai-nilai agama, dan menghormati orang tua.

“Saat ini anak-anak kita sibuk bermain HP. Mudah-mu­dahan dengan menulis di Pa­dang Ekspres, mereka lebih sibuk berkarya, menuangkan gagasan, dan pada akhirnya melahirkan pe­mim­pin-pe­mimpin pemikir untuk kemajuan bangsa,” tutupnya.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, Anto percaya bahwa se­lembar tulisan dapat menjadi warisan pemikiran yang jauh lebih panjang usianya daripada tren yang silih berganti. Sebab dari kebiasaan menulis, lahir kebiasaan berpikir; dan dari kebiasaan berpikir, peradaban yang lebih baik perlahan dibangun. (*)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Limapuluh Kota