Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Qailulah dan Tahfiz Bentuk Generasi Qurani

Adriyanto Syafril • Rabu, 24 Juni 2026 | 07:35 WIB
Ayu Komala Sari, S.Pd.
Ayu Komala Sari, S.Pd.

Penulis : Ayu Komala Sari, S.Pd. - Guru SD IT Kuttab An Nahl 

Di tengah padatnya aktivitas belajar di sekolah, menjaga kondisi fisik dan mental peserta didik menjadi salah satu hal yang sangat penting. SD IT Kuttab An Nahl memiliki cara unik mendukung tumbuh kem­bang siswa melalui berbagai program unggulan yang memadukan pendidikan akademik, pembinaan karakter, pembiasaan ibadah, dan pola hidup sehat. Salah satu program yang menjadi ciri khas sekolah adalah kegiatan tahfiz Al-Qur’an dan qailulah yang dilaksanakan secara terstruktur setiap hari. Kedua program ini menjadi bagian penting dalam upaya membentuk generasi Qurani yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Sebelum kegiatan qailulah dilaksanakan, siswa SD IT Kuttab An Nahl telah mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang terstruktur sejak pagi hari. Setiap hari, ananda memasuki lingkungan sekolah pada pukul 07.15 WIB dengan penuh semangat. Kehadiran siswa disambut melalui kegiatan apel pagi yang menjadi sarana untuk menumbuhkan motivasi, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap sekolah.

Setelah apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Duha berjamaah.

Usai melaksanakan salat duha, siswa mengikuti kegiatan tahfiz Al-Qur’an yang menjadi salah satu program unggulan SD IT Kuttab An Nahl. Dalam suasana yang kondusif dan penuh kekhusyukan, siswa di­bimbing untuk membaca, m­e­ng­hafal, dan murajaah hafalan Al-Qur’an secara bertahap. Program tahfiz dilaksanakan secara berkesi­nam­bungan dengan target capaian yang jelas. Setiap sis­wa ditargetkan mampu me­nye­le­saikan hafalan satu juz dalam satu tahun ajaran. Dengan demikian, setelah mena­matkan pendidikan di kelas VI, siswa diharapkan telah memiliki hafalan sebanyak lima juz Al-Qur’an.

Program tahfiz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Melalui interaksi yang rutin dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an, siswa dibimbing untuk memahami pentingnya menjaga hafalan, memperbaiki bacaan, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Qailulah merupakan istilah dalam Islam yang berarti beristirahat atau tidur sejenak pada siang hari. Kebiasaan ini telah dikenal sejak zaman Rasulullah saw. dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Melalui kegiatan qailulah, siswa diajak untuk memahami bahwa men­ja­ga kesehatan merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah Swt. atas nikmat tubuh yang telah diberikan.

Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran pada pagi hari, para siswa diarahkan untuk bersiap melaksanakan qailulah. Sebelum beristirahat, guru memastikan bahwa seluruh siswa berada dalam kondisi yang nyaman dan tertib. Suasana kelas yang sebelumnya ramai perlahan berubah menjadi tenang. Anak-anak belajar untuk mengendalikan diri, menjaga ketenangan, serta menghormati teman-teman yang sedang beristirahat.

Pelaksanaan qailulah di SD IT Kuttab An Nahl berlangsung selama satu jam, mulai pukul 11.20 hingga 12.20 WIB. Waktu tersebut dimanfaatkan siswa untuk tidur siang atau beristirahat dengan tenang.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, qailulah juga melatih kedisiplinan siswa. Anak-anak dibiasakan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, merapikan perlengkapan sebelum beristirahat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan di sekolah.

Guru-guru SD IT Kuttab An Nahl juga memanfaatkan momen qailulah sebagai sarana menanamkan nilai-nilai adab Islami. Siswa diajarkan membaca doa sebelum tidur, menjaga sikap selama beristirahat, dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah Swt.

Rangkaian kegiatan apel pagi, salat duha, tahfiz, pembelajaran akademik, hingga qailulah menunjukkan komitmen SD IT Kuttab An Nahl dalam menyelenggarakan pen­didikan yang seimbang antara aspek intelektual, spiritual, dan kesehatan.  (*)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Limapuluh Kota