Penulis : Winda Elvita, S.Pd., M.Pd - Kepala UPTD SDN 02 Tarantang Kec. Harau
Sebagai seorang pendidik, salah satu kalimat yang paling sering kita dengar dan paling ingin kita ubah adalah: “Anak itu tidak punya bakat.” Kita sering kali terburu-buru melabeli seorang siswa hanya berdasarkan apa yang terlihat saat ini. Padahal, tugas utama kita sebagai pemimpin pembelajaran bukanlah mengadili keterbatasan siswa, melainkan memfasilitasi dan membongkar potensi terdalam mereka. Sebab pada hakikatnya, setiap anak dilahirkan unik dengan bakat dan minatnya masing-masing. Ada anak yang berbakat di jalur akademik, namun tidak sedikit pula yang memiliki talenta luar biasa di bidang non-akademik yang justru menanti untuk kita asah.
Hal ini telah terbukti nyata dalam perjalanan kami di UPTD SD Negeri 02 Tarantang. Sebagai kepala sekolah, saya bersama para guru awalnya selalu kewalahan setiap kali ingin mengirimkan utusan untuk ajang FLS2N. Rata-rata siswa menolak karena merasa tidak bisa. Namun, kami tidak mau menyerah pada keadaan. Kami mengambil langkah berani dengan menghadirkan pelatih yang benar-benar berkompeten di bidangnya untuk melatih kegiatan ekstrakurikuler ini, khususnya untuk cabang lomba yang bahkan kurang diminati dan asing bagi mereka, yaitu pantomim. Saat itu, siswa kami sama sekali belum familier dengan seni ini. Terlebih lagi bagi siswa-siswa yang dikenal pemalu, jangankan tampil di panggung besar, untuk berbicara di depan kelas saja mereka sering kali ragu.
Namun, keyakinan bahwa setiap anak memiliki “bakat tersembunyi” membuat kami tetap melangkah. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Begitu bakat mereka disentuh oleh tangan yang tepat, siswa yang dulunya pemalu justru menjelma menjadi bintang utama di panggung. Mereka mampu berekspresi dengan luar biasa melalui gerakan tubuh yang jenaka sekaligus menyentuh.Keyakinan itu berbuah manis. Alhamdulillah, sekolah kami berhasil mengukir prestasi di tingkat kabupaten selama beberapa tahun berturut-turut sejak pertama kali mengirimkan utusan untuk cabang pantomim. Mulai dari meraih Juara 1 di tahun pertama, dilanjutkan dengan Juara 2 di tahun kedua dan ketiga. Puncaknya, pada ajang FLS2N tahun ini, tepatnya tanggal 19 Mei 2026, siswa hebat kami M. Hasbi Gavaro dan Musda Liviana, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos mewakili kabupaten menuju tingkat provinsi.
Prestasi membanggakan di cabang pantomim tersebut bukanlah satu-satunya cerita indah kami pada FLS2N 2026 ini. Tahun ini, kami juga memberanikan diri mengirimkan utusan untuk cabang lomba yang baru pertama kali kami ikuti yaitu lomba mendogeng. Pesertanya adalah Hazel, seorang siswa kelas 3 SD yang dalam kesehariannya dikenal sangat pemalu, jangankan berkompetisi, untuk tampil di depan kelas saja ia tidak pernah mau. Namun sekali lagi, keajaiban tangan pelatih yang tepat membuktikan teorinya. Di atas panggung FLS2N, Hazel berhasil tampil dengan begitu memukau. Walaupun kali ini ia belum berhasil membawa pulang piala juara, bagi saya dan para guru, penampilan Hazel sudah sangat luar biasa. Keberaniannya menaklukkan rasa takut di panggung besar adalah bukti nyata bahwa setiap anak menyimpan bakat dan potensi tersembunyi yang siap mekar jika dipupuk dengan bimbingan yang tepat.
Prestasi ini tentu tidak lahir dari ruang hampa. Dari lubuk hati yang terdalam, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada guru-guru hebat di UPTD SDN 02 Tarantang. Mereka adalah sosok luar biasa yang selalu meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak berlatih. Bahkan di hari libur sekalipun, mereka tetap hadir demi memberikan semangat dan dukungan penuh. Sebagai kepala sekolah, saya berdoa semoga segala pengorbanan, dedikasi, dan keikhlasan Ibu dan Bapak guru -guru hebat dibalas dengan berkah yang melimpah oleh Allah SWT.
Lewat tulisan ini, sebagai kepala sekolah di UPTD SD Negeri 02 Tarantang saya ingin berbagi refleksi dengan rekan-rekan kepala sekolah dan guru di mana pun berada. Jangan pernah terburu-buru mengatakan siswa kita tidak bisa. Sebuah benih tidak akan tumbuh menjadi pohon yang rindang jika kita tidak pernah menyiramnya. Dan seorang siswa hebat tidak akan pernah muncul jika tidak difasilitasidengan pelatih yang tepat. Ketika kita memberikan ruang, kepercayaan, dan bimbingan dari ahlinya, anak yang paling pemalu sekalipun bisa berdiri tegak di atas panggung sebagai seorang juara. Mari terusmemfasilitasi, karenasetiapanakberhakuntukbersinar. (*)
Editor : Adriyanto Syafril