Meski dewi fortuna belum berpihak kepadanya untuk menjadi camat terbaik di Sumbar, tapi Rahmad tetap bekerja penuh tanggung jawab. Ini diakui oleh Kapolsek Situjuah Limo Nagari Iptu Farzan.
“Meski Pak Camat, sekitar 3 bulan lalu mengalami sakit persendian, agak terpincang kalau berjalan dan harus pakai kruk, tapu beliau tetap masuk kerja seperti biasa. Kita respek dengan tanggung jawab Pak Camat ini,” kata mantan Kapolsek Guguak itu.
Iptu Farzan menyebut, Camat Rahmad Hidayat punya koordinasi yang baik dengan TNI-Polri. “Tak jarang ia naik mobil patroli Polsek, kita akhirnya bersama-sama ke lapangan,” kata Farzan kepada Tim Penilai Camat Berprestasi Tingkat Sumbar yang datang ke Situjuah, September lalu.
Tim Penilai yang diketuai Asisten Administrasi Umum Setda Pemprov Sumbar terkesima. Praktis ini menguatkan sosok Rahmad Hidayat. Tersirat ia pribadi amanah, punya sentuhan personal, komunikatif, serta totalitas dalam betugas.
Sekelumit karakter diantara hal-hal positif lainnya takkala bertugas selaku Camat Situjuah Limo Nagari pun akhirnya mengantarkan Rahmad Hidayat menggondol Camat Berpresatsi Terbaik II Sumatera Barat Tahun 2022. Gelar yang sepertinya tinggal menunggu waktu untuk Rahmad Hidayat.
Bagaimana bisa? Sesungguhnya, ini tentu tak lepas dari figur Camat Situjuh Limo Nagari ini? Lelaki bertubuh sedang, kelahiran Tanjung Jati, Guguak, 49 tahun lalu.
Keseharian ia dikenal sebagai sosok tenang, ramah dan murah senyum. Jebolan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan III, selanjutnya berkarir di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
Berbagai jabatan pernah dikenyamnya, tetapi yang menarik ia tiga kali menjadi camat di pos yang berbeda. Selain berpos di Kecamatan Situjuh Limo Nagari, ia pernah berdinas di Kecamatan Payakumbuh dan Bukik Barisan.
Yang membuat kagum, di ketiga pos penugasan itu, ia selalu menjadi Camat Terbaik Kabupaten Limapuluh Kota. Tak heran, ia selalu jadi utusan Limapuluh Kota di ajang Camat Berprestasi Sumbar.
Namun, Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya. Raihan tertinggi sebelumnya alumnus Pasca Sarjana Universitas Andalas adalah Peringkat V Camat Berprestasi Sumbar. Sekarang, ia berada di posisi bergengsi, Runner Up Camat Berprestasi Sumbar 2022.
Prestasi di lika-liku karirnya seolah terkait dengan dirinya sebagai penyuka olahraga. Selalu jadi langganan terbaik membuat Rahmad Hidayat laksana Jose Mourinho. Coach sepakbola berdarah Portugis berjuluk the Special One.
Tangan dingin Mourinho mampu mengantar klub-klub sepakbola yang pernah ia latih sebagai kampiun di level internasional. Tak ubahnya Mourinho, Rahmad Hidayat adalah Camat, the Special One.
Di balik semua prestasi serba mengkilap, ditilik dari pengalamannya yang segudang, Rahmad Hidayat pun bagi koleganya sesama camat adalah sosok yang disegani.
Tersirat suami dari Nunung ini seolah-olah figur yang dituakan. “....mewakili camat-camat lain, kami menyampaikan.....” Begitulah acap terdengar ketika alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri mengawali ucapannya pada rapat-rapat koordinasi yang melibatkan para camat di forum-forum tingkat Limapuluh Kota.
“Pak Rahmad itu, bagi kami jubir untuk menyampaikan masalah dalam tugas camat baik ke dewan ataupun rakor di kabupaten,” ucap Endra Amzar, Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Nagari/Desa (DPMN/D). Jubir maksudnya tiada lain juru bicara. Endra Amzar sebelumnya dua kali menjabat camat, di Kecamatan Payakumbuh dan Mungka.
Bahkan untuk tugasnya sekarang, yang berkutat mengurus pemerintahan nagari, lagi-lagi Endra mesti angkat topi untuk Rahmad Hidayat. “Sepelik apa pun persoalan di nagari, Pak Rahmad orang yang yang tepat untuk konsultasi dan dia selalu siap membantu,” ucap Endra.
Hal apa sebetulnya yang membuat Rahmad Hidayat, anak kelima dari pasangan Baharuddin dan Nur Anis (Almh), selalu menjadi yang terbaik. “Selalu berinovasi, komunikasi vertikal dan horizontal yang baik, ikhlas dalam pengabdian,” katanya berbagi resep sukses.
Ini sejalan dengan pesan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuk Bandaro Rajo. Ya, inovasi juga kata kunci yang senantiasa didengungkan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuk Bandaro Rajo tiap kali pidato di momen serah terima jabatan camat.
Inovasi berupa langkah-langkah kreatif untuk memanfaatkan segenap sumber daya guna menemukan solusi gress untuk memecakan masalah. “Pahami tugas, lahirkan inovasi untuk melayani warga,” ucap Bupati Safaruddin.
Lantas inovasi apa yang dikembangkan Rahmad Hidayat di Kecamatan Situjuh Limo Nagari hingga Tim Penilai Sumbar kepincut? Salah satunya Klinik Keuangan. Inovasi yang dirumuskan bersama sejawatnya di Kecamatan Situjuh, masukan para Wali Nagari dan konsultasi perangkat daerah keuangan pun menuai hasil.
Tahun 2019, Nagari Situjuah Batua menorehkan rekor tercepat penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Nagari se-Limapuluh Kota. Selaku fungsi dinamisator dan motivator, di tahun yang sama Rahmad Hidayat pun mengantarkan Nagari Situjuah Batu menggondol Prediket Terbaik II Transparansi Keuangan Nagari se-Sumbar.
Teranyar, di ajang Lomba Nagari Berpretasi Tahun 2021, berkat kerja sama dengan Wali Nagari Don Vesky, BAMUS, dan pemuka warga dan masyarakat, Nagari Situjuah Batua menjadi Nagari Terbaik se-Limapuluh Kota dan di posisi ke-III Tingkat Sumatera Barat.
Tak hanya itu, PKK/Dasawisma juga berprestasi di tingkat propinsi serta prestasi kelompok/yayasan ataupun prestasi yang digondol anak nagari se-Kecamatan Situjuh V Nagari, seperti pemuda pelopor Nasional.
Dia juga terlihat cakap dalam mengkapitalisasi ide brilian di masyarakat. Nagari Peduli Sampah di Situjuah Batua belakangan ia dorong menjadi Kecamatan Peduli Sampah. Alhasil seluruh Nagari di Kecamatan Situjuah Limo Nagari turut dalam gerakan pengelolaan sampah.
Bahkan, belakangan mengapung gerakan peduli sampah dan lingkungan GELISA (Gerakan Lihat Sampah Ambil). Gerakan ini dilembagakan oleh Yasayan Bustanul Ulum sebagai representasi kepedulian dan dukungan masyarakat.
“Gelisa sejalan dengan semangat gerakan Mahkota Berlian untuk kebersihan diri dan lingkungan,” jelas Rahmad Hidayat.(***) Editor : Novitri Selvia