Dihadiri Kepala Lapas Suliki, Kabag Kesra Pemkab Limapuluh Kota, Ketua MUI Limapuluh Kota, Ketua Baznas Limapuluh Kota, Pengurus BKMT Linapuluh Kota, Ketua Pokjaluh, Buya Pimpinan Ponpes An Nahl Rapat Teknis ini dipimpin oleh Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Nevi Zulfia.
"Jadi nantinya, selain menerima pembelajaran ilmu agama, Warga Binaan Lapas Suliki juga diberikan ijazah sebagai tanda sudah menjadi santri Ponpes Lapas Suliki yang dikeluarkan oleh Kemenag Kabupaten Limapuluh Kota," ujar Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo.
Rapat ini juga menyepakati Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota, Kyai Asrad Chan sebagai Pimpinan Pengurus Pondok Pesantren di Lapas Suliki dibantu para pengurus lainnya.
"Februari akan segera dilakukan penandatanganan MoU kerja sama antara lapas dengan Kemenag, Baznas, Ponpes An nahl, BKMT, dan MUI, direncanakan berlokasi di Kantor Bupati Limapuluh Kota," ujarnya.
Kamesworo minta do'a restu kepada semua pihak agar proses ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. "Saya pribadi sangat bahagia karena unsur pimpinan di Kabupaten Limapuluh Kota sangat mendukung program Pondok Pesantren di Lapas Suliki," ujar Kamesworo. (*) Editor : Hendra Efison