“Jika biasanya hanya Rp 5.000 per kilogram, kini bisa mencapai Rp 9.000 per kilogram,” kata petani buah tab di Jorong Talaweh Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Ade Putra.
Tak hanya kenaikan harga. Namun juga permintaan terhadap buah dari pohon enau itu juga mengalami peningkatan tinggi.
“Saat sekarang ini permintaan buah kolang-kaling melonjak mencapai 6 ton per hari. Sementara pada hari-hari biasanya hanya mencapai 1 hingga 3 ton per hari,” sebutnya.
Selain untuk memenuhi permintaan pedagang di Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh, buah kolang-kaling banyak dijual ke Provinsi Riau, bahkan ke luar negeri. “Di antaranya ke Singapura dan Thailand,” jelasnya.
Selain dikenal dengan daerah penghasil buah kolang-kaling, Jorong Talaweh Nagari Labuah Gunuang juga merupakan daerah yang banyak menghasilkan gula enau, niro fresh serta gula semut. (rid)
Editor : Novitri Selvia