Safni Sikumbang putra Kecamatan Akabiluru ini, disebut-sebut bakal mencalonkan diri pada pilkada mendatang. Sementara Sastri Andiko Datuak Putiah, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dua periode juga termasuk tokoh yang potensial.
Pembicaraan keduanya mengupas topik seputar perkembangan daerah dan juga saling berbagi pandangan terhadap potensi daerah yang mesti ditumbuh kembangkan demi kemaslahatan Limapuluh Kota.
Tidak ditampik Sastri Andiko Datuak Putiah, pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi dari masyarakat yang peduli terhadap perkembangan Kabupaten Limapuluh Kota yang lebih baik ke depannya. Mengenai sosok Safni Sikumbang, Sastri Andiko Datuak Putiah mengungkapkan jika Safni Sikumbang merupakan tokoh peduli terhadap kabupaten Limapuluh Kota.
“Saya mendengar dari masyarakat di daerah beliau bahwa Safni Sikumbang adalah sosok yang dermawan, suka membantu orang kesusahan serta peduli adat dan agama. Apalagi beliau mempunyai wawasan yang luas untuk memajukan kabupaten yang kita cintai ini,”ujar Sastri Andiko.
Di lain tempat, Safni Sikumbang ketika dikonfirmasi terkait pertemuan itu mengatakan hal senada. “Pertemuan kami adalah dalam rangka menjalin silaturahmi sembari bicara ringan seputar perkembangan daerah dan mencita-citakan Kabupaten Limapuluh Kota yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
“Mengenai sosok Pak Sastri Andiko Datuak Putiah, beliau adalah seorang tokoh yang baik, ramah dan piawai. Terbukti dengan menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota selama 2 periode. Dalam periode tersebut beliau telah berkecimpung dalam dunia politik yang bersentuhan dengan urusan pemerintahan. Saya yakin beliau sudah tahu betul seluk beluk perjalanan serta kebutuhan kabupaten ini,” ujar Safni Sikumbang.
Joni, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa pertemuan dua tokoh dari daerah yang berbeda yaitu Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Akabiluru akan membawa harapan besar terhadap perkembangan Kabupaten Limapuluh Kota yang lebih baik. (fdl)
Editor : Novitri Selvia