PADEK.JAWAPOS.COM-Pupuk GMP Hayati yang disebut sebagai “Jamunya Pertanian”, menjadi agen untuk memperbaiki kesuburan tanah yang selama ini terkontaminasi akibat pemakaian pupuk kimia. Kerusakan tanah yang mengakibatkan produktivitas pertanian menurun kini punya solusi dengan memanfaatkan formula yang diproduksi PT GMP Sejahtera.
Hal itu disampaikan Founder PT GMP Sejahtera Sumatera Barat, Syafriwal Effendi saat berkunjung bersama petani pemanfaat produk GMP Pupuk ke Limapuluh Kota, Sabtu (10/8).
GMP Pupuk yang merupakan formulasi hasil riset ahli mikrobiologi terbaik Indonesia, Prof Dr Sulfahri SSi MSi ini, merupakan upaya restorasi tanah, meremajakan tanah dan mengembalikan ph tanah sesuai kebutuhan tumbuhan setelah kerusakan yang terjadi.
Formulasi GMP Pupuk yang telah diteliti hingga diuji coba di berbagai negara seperti Belanda, Perancis, Belgia dan Australia ini, juga telah diaplikasikan untuk pertanian hortikultura, perkebunan dan palawija di Sumatera Barat.
“Melewati penelitian selama 9 tahun dengan biaya hingga Rp 14 miliar tersebut, GMP Pupuk kini juga sudah banyak dimanfaatkan petani di Sumatera Barat. Sehingga mampu membuktikan peningkatan hasil yang luar biasa, untuk tanaman seperti padi, jagung, sayuran dan tanaman-tanaman keras lainnya, seperti, kelapa, alpukat, durian dan cengkeh serta tanaman lainnya, “ kata Founder PT GMP Sejahtera, Syafriwal Efendi.
Memperbaiki kerusakan tanah dengan memanfaatkan 3000 lebih spesies bakteri dan mikroba produktif dan aktif, GMP pupuk akan dengan cepat memperbaiki kemampuan akar menyerap nutrisi dari tanah, membantu menangkap nitrogen dari udara yang dibutuhkan tanaman, bahkan mampu meningkatkan daya produksi tanaman, meski diaplikasikan saat tanaman berbuah.
“Kita sudah uji coba dengan pohon Durian yang sudah berbuah, bahkan disaat sudah buah sudah besar, kembali muncul bunga dan putik baru. Kita juga sudah uji coba ke pohon alpukat yang hampir mati akibat penyakit busuk batang, ternyata juga mampu memberikan pertolongan,” terang Syafriwal Efendi dibenarkan salah seorang petani, Faisal Zamri.
Pemanfaatan pupuk kimia dalam jangka waktu yang cukup lama, kata Syafriwal Efendi, tidak baik bagi tanaman bahkan menimbulkan kerusakan tanah. Jika tidak dilakukan restorasi tanah melalui bakteri dan mikroba produktif ini, dipastikan tidak lama lagi akan terjadi krisis pangan, akibat tanah tidak mampu lagi memberikan kehidupan yang baik bagi tumbuhan.
“Keunggulan GMP Pupuk ini, mampu merangsang hormon tanaman untuk mempercepat pertumbuhan menyerap makanan lebih cepat melalui akar yang maksimal. Sehingga mampu memproduksi buah menjadi lebih sempurna,” tambah Syafriwal Efendi
Pemanfaatan kinerja yang luar biasa dari 3000 lebih spesies bakteri dan mikroba aktif telah teruji menguraikan pupuk kimia dan pupuk yang sudah lama serta unsur hara yang sulit diurai. Sekaligus, merupakan katalisator yang mempercepat penyerapan unsur hara bagi tanaman.
Penggunaan GMP pupuk sangat efisien, sebab mampu menghemat hingga 70 persen penggunaan pupuk kimia. Artinya kontaminasi kimia pada tanah bisa diminimalisir hingga tanah mampu mengembalikan fungsinya secara sempurna untuk kesuburan tanaman.
Founder PT GMP Sejahtera, Syafriwal Effendi juga menyebutkan, GMP pupuk juga mengandung fungi trichoderma yang bisa menanggulangi agar pohon tidak terinfeksi berbagai penyakit tanaman.
“Kita juga sudah presentasikan ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Limapuluh Kota. Semoga ini akan menjadi langkah awal kita bersama untuk menyuburkan tanah memakmurkan petani,” tambah Syafriwal Effendi
Bahkan di Kabupaten Tanahdatar, Sumbar, Wakil Bupati, Richi Aprian dan anggota DPRD Tanahdatar, Noviandri sangat support dengan GMP Pupuk Daur Ulang ini. Sebab menurutnya akan sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah dan hasil pertanian yang lebih baik bagi masyarakat.
Salah seorang petani Alpukat di Koto Kociak, Nagari Tujuah Koto Talago, Faisal Zamri yang sudah menggunakan GMP Pupuk mengaku sangat terbantu dan merasakan manfaat agen hayati GMP Pupuk Daur ulang maupun Booster yang digunakannya untuk tanamannya.
“Alhamdulillah, kita sudah coba untuk Kelapa dan Alpukat. Kelapa yang semula mengalami rontok buah, sekarang mampu memberikan hasil maksimal. Begitu juga dengan tanaman Alpukat dan Jagung,” ucap petani pengguna GMP Pupuk ini, Sabtu sore. (fdl)
Editor : Novitri Selvia