Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puluhan Ternak Terjangkit PMK di Kabupaten Limapuluh Kota, Kini Petani Siapkan Langkah Antisipasi

Syamsu Ridwan • Senin, 10 Februari 2025 | 13:45 WIB

TERJANGKIT: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Limapuluh Kota.(Jawapos)
TERJANGKIT: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Limapuluh Kota.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali terdeteksi pada hewan ternak di Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2024.

Sebanyak 22 ekor ternak dilaporkan terjangkit, dengan 20 di antaranya berhasil sembuh dan dua lainnya terpaksa dipotong paksa.

Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana PMK lebih meluas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Devi Kusmira, menjelaskan bahwa meskipun angka kasus PMK menurun pada 2024, upaya untuk menjaga kesehatan hewan ternak tetap menjadi fokus utama.

“Pada 2022, terdapat 2020 kasus PMK, dengan 2015 di antaranya sembuh dan dua ekor dipotong paksa. Tahun 2023, kasus positif mencapai 229 dengan 218 sembuh,” kata Devi Kusmira dalam wawancara dengan Padang Ekspres.

Penyebaran PMK Berdasarkan Wilayah Kecamatan Akabiluru mencatatkan jumlah kasus terbanyak di 2024, dengan 10 kasus yang semuanya berhasil sembuh.

Diikuti oleh Kecamatan Luak, yang juga mencatatkan 10 kasus, namun hanya 8 yang sembuh sementara sisanya dipotong paksa.

Sementara itu, Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan Lareh Sago Halaban masing-masing tercatat satu kasus, dengan kedua hewan ternak yang terjangkit berhasil sembuh.

Langkah Pencegahan dan Vaksinasi

Untuk mencegah penyebaran PMK pada tahun 2025, Dinas Peternakan terus mendorong program vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap hewan ternak yang masuk dari luar daerah.

“Vaksinasi adalah salah satu langkah utama, selain itu kami juga sangat mewaspadai hewan ternak yang dibawa masuk dari luar Kabupaten Limapuluh Kota,” tambah Devi Kusmira.

Upaya Peternak dalam Mengantisipasi PMK

Di tingkat peternak, langkah pencegahan juga dilakukan secara mandiri. Tomi Erwandi, pemilik Putri Jaya Farm, menyebutkan bahwa setiap sapi yang baru datang akan disemprot dengan disinfektan dan diberi multivitamin untuk mempercepat masa pemulihan.

“Kandang kami rutin dibersihkan, dan sapi yang baru datang langsung disemprot untuk mencegah penularan PMK,” katanya.

Sementara itu, Amarudin Sutan Kayo, pemilik peternakan di Jorong Koto Tangah, Kecamatan Harau, menekankan pentingnya kebersihan kandang.

“Kami selalu membersihkan kandang setiap hari dan memisahkan sapi yang menunjukkan gejala PMK, seperti malas makan dan bibir merah,” ujarnya.

Tantangan Peternakan dan Pentingnya Kesadaran Bersama Meski kasus PMK di Limapuluh Kota pada 2024 relatif terkendali, kesadaran dan upaya preventif dari peternak serta pihak terkait sangat penting untuk menghindari meluasnya wabah di masa mendatang.

Kolaborasi antara pemerintah dan peternak menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan ternak di daerah ini. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #pmk #Lareh Sago Halaban #Kecamatan Akabiluru #Situjuah Limo Nagari