Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Volume Sampah Meningkat di Fly Over Kelok 9

Syamsu Ridwan • Senin, 7 April 2025 | 12:30 WIB

MULAI BERSERAKAN: Sampah terlihat berserakan di Jembatan Layang Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (5/4) sekitar pukul 17.30.(SY RIDWAN/PADEK)
MULAI BERSERAKAN: Sampah terlihat berserakan di Jembatan Layang Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (5/4) sekitar pukul 17.30.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, jumlah sampah yang dihasilkan di kawasan objek wisata, khususnya di Fly Over Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota, mengalami lonjakan signifikan.

Hal ini tak terhindarkan mengingat tingginya jumlah pengunjung yang datang berlibur dan berkumpul dengan keluarga setelah perayaan Idul Fitri.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah yang dapat merusak kenyamanan pengunjung dan warga setempat, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat, dan Permukiman (DLHPP) Kabupaten Limapuluh Kota segera menurunkan puluhan petugas kebersihan ke lokasi strategis tersebut.

Plt. Kepala DLHPP Kabupaten Limapuluh Kota, Yuniwal, mengungkapkan bahwa petugas kebersihan telah bekerja keras untuk membersihkan sampah yang berserakan di kawasan Fly Over Kelok Sembilan, meskipun wilayah tersebut bukanlah menjadi tanggung jawab langsung instansi yang dipimpinnya.

“Kami terpaksa turun tangan untuk menjaga kenyamanan pemudik yang kembali ke kampung halaman, terutama di lokasi Fly Over Kelok Sembilan yang menjadi titik rawan sampah setelah libur Lebaran,” jelas Yuniwal.

Kendati bukan tanggung jawab utama DLHPP, Yuniwal menegaskan bahwa kebersihan kawasan ini sangat penting agar tetap nyaman bagi para pengunjung yang datang berwisata ataupun sekadar melintas di jalur tersebut. “Kami menurunkan puluhan petugas untuk memastikan kawasan ini bersih dan nyaman untuk semua,” tambahnya.

Bupati Limapuluh Kota, Safni, jauh sebelum Lebaran, telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 terkait pengelolaan sampah selama Ramadan dan Idul Fitri.

Surat edaran tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode tersebut.

Yuniwal mengungkapkan bahwa surat edaran ini juga ditujukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Walinagari di Kabupaten Limapuluh Kota.

Salah satu poin penting dalam surat edaran itu adalah imbauan kepada OPD dan pemerintah nagari untuk memasang spanduk bertuliskan “Lebaran Minim Sampah” di berbagai lokasi strategis seperti jalan-jalan kabupaten, tempat wisata, dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, kampanye edukasi publik melalui media sosial juga menjadi langkah penting untuk menyebarkan pesan ini ke masyarakat luas.

Imbauan Bupati juga mencakup pesan kepada masyarakat agar membawa peralatan makan dan minum yang dapat digunakan kembali, seperti wadah makanan, sendok, botol minum, dan tas belanja.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, yang menjadi salah satu kontributor utama sampah selama liburan.

Yuniwal juga mengingatkan agar masyarakat yang bepergian membawa tempat sampah pribadi di kendaraan untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan di jalan.

Tidak hanya masyarakat, para pemilik usaha seperti toko, warung, SPBU, rumah makan, dan tempat wisata juga diwajibkan untuk menyediakan tempat sampah terpilah di fasilitas publik mereka, serta bertanggung jawab atas kebersihan area sekitar usaha mereka.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati mengimbau agar masyarakat mengadakan aksi bersih-bersih dan gotong royong sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri, sebagai upaya untuk menciptakan Kabupaten Limapuluh Kota yang lebih bersih dan nyaman.

“Kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kebersihan ini,” pungkas Yuniwal. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#sampah #Idul Fitri 1446 H #DLHPP Kabupaten Lumapuluh Kota #fly over Kelok 9 #Yuniwal