Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Transfer Pusat Terhambat, Warga Limapuluh Kota Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sendiri

Fadli Riansyah Putra • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:17 WIB

Berkurangnya transfer pusat buat Limapuluh Kota tak bisa perbaiki jalan 2025, warga Jorong Bumbuang gotong royong benahi jalan rusak, Sabtu (11/10/2025).
Berkurangnya transfer pusat buat Limapuluh Kota tak bisa perbaiki jalan 2025, warga Jorong Bumbuang gotong royong benahi jalan rusak, Sabtu (11/10/2025).
Akibat berkurangnya transfer keuangan pusat ke daerah, Pemkab Limapuluh Kota tak bisa memperbaiki jalan dan jembatan rusak sepanjang 2025.

PADEK.JAWAPOS.COM—Berkurangnya transfer keuangan pusat berdampak langsung pada pembangunan di daerah. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2025 ini tidak dapat memperbaiki jalan dan jembatan rusak akibat nihilnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Bina Marga.

Dalam kondisi itu, warga Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, mengambil inisiatif memperbaiki sendiri ruas jalan kabupaten penghubung Situjuah Limo Nagari dengan Subarangparik, Akabiluru, yang sudah bertahun-tahun rusak parah.

Dipimpin Kepala Jorong Bumbuang, Delfitra, warga bergotong royong mengumpulkan semen, kerekel, dan pasir. Setelah bahan terkumpul, mereka bersama-sama memperbaiki jalan tersebut. Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, turut hadir dan mendukung aksi gotong royong yang digelar Sabtu (11/10/2025).

Delfitra mengungkapkan, masyarakat dan Pemerintah Nagari Situjuah Batua telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan itu dalam Musrenbang setiap tahun. Namun, hingga kini belum juga terealisasi.

“Sambil menunggu bantuan pemerintah, kami gotong royong memperbaiki seadanya. Bantuan kami kumpulkan dari perantau, peternak ayam, masyarakat, dan anggota dewan untuk membeli semen, kerekel, dan pasir,” ujar Delfitra bersama Kepala Jorong Tepi Salmi.

Ia menambahkan, langkah swadaya ini belum menyelesaikan permasalahan karena keterbatasan biaya. Warga berharap ke depan ada alokasi anggaran dari pemerintah untuk memperbaiki secara permanen jalan penghubung vital tersebut.

Jalan kabupaten di Jorong Bumbuang menjadi akses utama warga menuju pusat ekonomi dan pendidikan. Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun membuat mobilitas masyarakat terganggu, terutama saat musim hujan.

Dengan keterbatasan anggaran daerah dan belum turunnya transfer keuangan pusat, gotong royong warga menjadi bukti nyata semangat mandiri masyarakat pedesaan dalam menjaga infrastruktur publik di Limapuluh Kota.(CC3)

Editor : Hendra Efison
#Nagari Situjuah Batua #jalan rusak Limapuluh Kota #infrastruktur Limapuluh Kota