Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lonjakan 30 Kasus Kebakaran di Limapuluh Kota Sepanjang November 2025

Syamsu Ridwan • Rabu, 19 November 2025 | 10:14 WIB

Ilustrasi kebakaran.
Ilustrasi kebakaran.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sepanjang November 2025, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Limapuluh Kota mencatat 30 kejadian kebakaran yang ditangani petugas dari berbagai posko.

Mayoritas kejadian adalah kebakaran lahan, diikuti kebakaran rumah, ladang, serta satu kasus kebakaran bus dan kandang ayam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, Fiddia Fala, mengatakan tingginya angka kejadian dipicu kondisi cuaca panas serta vegetasi yang mudah terbakar.

“November ini hampir setiap hari ada laporan masuk, sebagian besar kebakaran lahan,” ujar Fiddia Fala kepada Padang Ekspres.

Ia mengatakan kejadian terbanyak terjadi pada periode 1 hingga 14 November 2025, dengan peningkatan di daerah rawan seperti Kecamatan Harau, Mungka, Lareh Sago Halaban, dan Kapur IX.

“Beberapa kejadian menonjol antara lain, pada tanggal 1 November 2025, tiga kejadian kebakaran lahan masing-masing di Jorong Silarak, Nagari Tanjung Baru Sikabu, Kecamatan Luak; Nagari Tarantang, Kecamatan Harau; dan di Jorong Seberang Pasar, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru,” ungkapnya.

Pada 3 November 2025, terjadi enam kejadian dalam satu hari yang semuanya kebakaran lahan.

Lokasinya antara lain di Jorong Koto Tangah, Nagari Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru; Jorong Indobaleh Timur, Nagari Mungo, Kecamatan Luak; Jorong Parumpuang, Nagari Koto Baru Simalanggang, Payakumbuh; dan Jorong Padang Tengah, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Pada 4 November 2025, terjadi kebakaran lahan di Jorong Padang Panjang, Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu, dan kebakaran Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Jorong Pakan Rabaa, Kototangah Simalanggang.

“6 November 2025, terjadi kebakaran bus di Nagari Batu Hampa, Akabiluru. Pada tanggal 7 November 2025 terjadi dua kejadian kebakaran lahan di Talang Maur, Kecamatan Mungka, serta kebakaran lahan di Subarang Aia, Nagari Batu Payuang, Lareh Sago Halaban,” ungkapnya.

Setelah itu, pada 8 November 2025 terjadi kebakaran lahan di Nagari Simpang Sugiran, Akabiluru, kebakaran lahan di Jorong Balai Cubadak, Taram, Harau dan kebakaran ladang di Jorong Suka Karya, Lubuk Alai, Kapur IX.

“Tanggal 9 November, kebakaran rumah di Jorong SPingai VII Koto, Kecamatan Guguak. Tanggal 10 November, kebakaran rumah di Jorong Kampung Dalam, Kapur IX. Pada tanggal 11 November, kebakaran lahan di Aia Randah, Balai Panjang, Lareh Sago Halaban,” jelasnya.

Tiga kejadian lain, termasuk kebakaran rumah di Mungka dan kebakaran kandang ayam di Simalanggang, terjadi pada tanggal 12 November.

“Tanggal 13 November, kebakaran lahan di Jorong Boncah, Batu Balang, Harau, dan 14 November, kebakaran rumpun bambu di Situjuah Banda Dalam,” tuturnya.

Menurut Fiddia Fala, sebagian besar kejadian mampu ditangani dengan cepat berkat kesiapsiagaan posko-posko pemadam yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Rata-rata waktu respons berada pada angka 5–20 menit. Ini cukup baik mengingat akses ke beberapa titik cukup sulit,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama bagi yang membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan.

“Kondisi panas membuat api cepat merambat. Kami meminta masyarakat ikut menjaga wilayahnya agar tidak terjadi kejadian yang lebih besar,” tukasnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Fiddia Fala #Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota #Lareh Sago Halaban #kebakaran