Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Pensiunan Guru yang Tewas Misterius di Guguak

Syamsu Ridwan • Senin, 22 Desember 2025 | 13:14 WIB

Ilustrasi mayat tanpa identitas.
Ilustrasi mayat tanpa identitas.

PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan pelayat mengantarkan jenazah Lidia, 61, ke tempat peristirahatan terakhir di Pandam Pekuburan, Jorong VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Sabtu (19/12) malam.

Isak tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah pensiunan guru SMKN 1 Guguak itu dimasukkan ke liang lahat sekitar pukul 21.30.
Prosesi pemakaman dilakukan setelah jenazah menjalani autopsi di rumah sakit dan disalatkan di Masjid Raya Talago.

Kehadiran Kapolsek Guguak AKP Doni Prama Dona serta Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota Iptu Repaldi di lokasi pemakaman menegaskan bahwa kematian ibu satu anak tersebut tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih didalami pihak kepolisian. Indikasi adanya tindak kekerasan menguat setelah ditemukan sejumlah luka lebam pada wajah dan tubuh korban.

“Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Guguak dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota masih melakukan penyelidikan intensif. Ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar sumber di kepolisian.

Sementara itu, dari kesaksian keluarga, putra almarhumah, Aqif, mengungkapkan bahwa sebelum sang ibu ditemukan dalam kondisi berlumuran darah di rumahnya, warga sekitar sempat mendengar suara teriakan.

“Saat kejadian, tetangga sempat mendengar beberapa kali suara teriakan hingga orang tua kami ditemukan dalam keadaan berlumuran darah,” ungkap Aqif.

Ia menyebutkan, keseharian Lidia di masa pensiun dihabiskan dengan membantu anaknya mengelola kedai yang berada tepat di samping rumah sekaligus Tempat Kejadian Perkara (TKP). Almarhumah dikenal ramah dan tidak memiliki persoalan dengan lingkungan sekitar.

“Ibu biasanya membantu saya di warung. Pagi beliau yang membuka, dan malam saat saya salat Magrib beliau yang menjaga. Hubungan kami dengan tetangga sangat baik,” tambahnya.

Pihak keluarga berharap Satreskrim Polres Limapuluh Kota segera mengungkap peristiwa tersebut dan menangkap pelaku. Mereka meminta agar kasus ini diusut secara tuntas.

“Harapan saya sebagai anak, kasus ini diungkap sejelas-jelasnya, apa motifnya dan siapa yang mencelakai ibu saya. Kami minta dihukum seadil-adilnya,” pungkas Aqif.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta bukti fisik dari TKP guna mengungkap rangkaian peristiwa kematian pensiunan guru tersebut yang menggegerkan masyarakat Limapuluh Kota. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Guguak #AKP Doni Prama Dona #polres limapuluh kota #Polsek Guguak #pensiunan guru