PADEK.JAWAPOS.COM-Tim gabungan Polres Limapuluh Kota terus bekerja keras mengungkap kematian Lidia, 61, pensiunan ASN, yang ditemukan tewas di depan rumahnya di Jorong VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Jumat (19/12) lalu.
Hingga Selasa (23/12), penyidik telah memeriksa sedikitnya 17 orang saksi.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, melalui Kapolsek Guguak, AKP Doni Prama Dona, mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek Guguak, Opsnal Satreskrim, dan Unit Intel Polres Limapuluh Kota.
“Kami sudah memeriksa 17 orang untuk dimintai keterangan. Selain itu, tim di lapangan juga terus mengumpulkan barang bukti tambahan guna memperjelas peristiwa ini,” ujar AKP Doni, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Repaldi, di Mapolres Limapuluh Kota, kemarin.
Sejumlah barang bukti penting telah diamankan, di antaranya pakaian yang dikenakan korban dan mukenah. Meski hasil autopsi resmi belum keluar, polisi menilai ada dugaan tindak pidana dalam kasus ini.
“Hasil visum luar menunjukkan adanya dugaan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, untuk kepastian penyebab kematian, kami masih menunggu hasil autopsi. Anggota saat ini masih menyebar di lapangan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku,” tambah Kapolsek.
Kematian mantan guru SMKN 1 Guguak dan SMKN 1 Payakumbuh ini mengejutkan banyak pihak. Almarhumah dikenal sebagai sosok pendidik yang santun dan bersahaja.
Busnidar, salah seorang rekan sejawat almarhumah, mengaku sangat kehilangan. Menurutnya, korban adalah pribadi yang tidak banyak bicara namun sangat baik dalam bergaul.
“Beliau orang baik dan pandai berteman. Kami mengetahui kabar duka ini dari grup WhatsApp dan merasa sangat kehilangan,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berjaga dan menyisir lokasi kejadian untuk mencari petunjuk tambahan demi mengungkap motif di balik kematian tragis sang guru. (rid)
Editor : Novitri Selvia