Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sinkhole Situjuah Batua: Pemerintah Nagari dan Tokoh Adat Sampaikan Fakta Resmi

Irfan R Rusli • Jumat, 9 Januari 2026 | 21:39 WIB

Pemerintah Nagari Situjuah menyebut sinkhole mengancam keselamatan dan lahan pertanian warga. Petani berhenti beraktivitas. (Foto: Irfan/Padeks)
Pemerintah Nagari Situjuah menyebut sinkhole mengancam keselamatan dan lahan pertanian warga. Petani berhenti beraktivitas. (Foto: Irfan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Fenomena sinkhole yang muncul di kawasan persawahan Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, mengancam keselamatan warga dan aktivitas pertanian sehingga pemerintah nagari meminta kajian ahli geologi untuk menentukan penyebab dan potensi dampaknya.

Wali Nagari Situjuah, Emil (39), mengatakan kejadian itu pertama kali dilaporkan masyarakat dan perangkat jorong, lalu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung.

“Lubang ini cukup dalam dan ada kecenderungan melebar. Jika tidak ditangani serius, ini sangat berbahaya,” ujarnya, Kamis (9/1/2026).

Ia menjelaskan lokasi sinkhole berada di area persawahan produktif sehingga aktivitas petani terhenti karena merasa tidak aman menggarap lahan.

Pemerintah nagari telah memasang tanda peringatan dan membatasi akses warga. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” katanya.

Emil menyebut pemerintah nagari telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas teknis di tingkat kabupaten untuk meminta kajian geologi.

“Kami butuh kajian dari ahli geologi dan dinas teknis agar diketahui penyebab pasti dan potensi dampaknya ke depan,” ucapnya.

Kepala Jorong Salmi, Salmi, menjadi orang pertama yang melihat kemunculan sinkhole.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi tiba-tiba tanpa hujan lebat maupun getaran tanah.

“Awalnya terlihat retakan kecil, lalu tanah turun dan lubang terbentuk. Kejadiannya cepat,” tuturnya.

Salmi menambahkan wilayah tersebut sebelumnya dikenal aman dan lama menjadi area persawahan.

Sejak sinkhole muncul, kawasan yang biasanya ramai berubah sepi karena warga takut. Ia juga khawatir kondisi tanah yang labil dapat memicu lubang baru.

Dampak langsung dirasakan AD (61), petani dan pemilik lahan yang berada tepat di lokasi sinkhole.

Ia mengaku tidak lagi berani turun ke sawah. “Biasanya tiap hari saya ke sawah. Sekarang hanya bisa melihat dari jauh,” ujarnya.

Tanah yang tidak stabil membuat alat bajak tidak dapat digunakan sehingga musim tanam terlewat dan penghasilan terhenti.

“Kalau tidak dibajak, tidak bisa ditanami. Artinya tidak ada hasil,” katanya.

Ia menyebut sawah yang terdampak merupakan sumber penghidupan utama. “Sawah itu bukan hanya harta, tapi hidup saya,” ucapnya.

Pemerintah nagari dan warga berharap kajian ahli segera dilakukan agar langkah penanganan dapat ditentukan, sekaligus mengembalikan keamanan dan keberlanjutan pertanian di Nagari Situjuah.(cr7)

Editor : Hendra Efison
#Sinkhole Situjuah Limapuluh Kota #Nagari Situjuah #petani terdampak Sinkhole #Fakta Resmi