Kepala Jorong Tepi, Salmi, mengatakan jumlah warga dan pengunjung yang mengambil air kini jauh berkurang dibandingkan awal kemunculan sinkhole.
“Sekarang yang mengambil air sudah sangat berkurang, jauh sekali dibandingkan sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Menurut Salmi, penurunan tersebut dipengaruhi imbauan resmi dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang meminta masyarakat tidak mengonsumsi air sinkhole secara langsung.
“Ada imbauan dari berbagai lembaga yang menyatakan air sinkhole mengandung bakteri dan tidak layak dikonsumsi langsung,” jelasnya.
Ia menyebut pada hari-hari awal kemunculan sinkhole, antusiasme warga sangat tinggi.
Masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar daerah datang setiap hari untuk mengambil air dari lubang tersebut.
“Dulu hampir setiap hari ramai. Siapa pun yang datang biasanya membawa pulang air sinkhole,” katanya.
Berdasarkan keterangan warga, air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari diminum, dimasak, hingga kebutuhan lainnya.
Hingga kini, belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi air tersebut.
“Sampai sekarang belum ada yang mengeluhkan sakit perut atau penyakit lainnya,” ucapnya.
Pemerintah nagari bersama pihak terkait tetap mengimbau masyarakat agar mengikuti rekomendasi kesehatan dan tidak memanfaatkan air sinkhole untuk konsumsi langsung.(rid)
Editor : Hendra Efison