Pantauan pada Rabu sore (11/3/2026) menunjukkan suasana pasar sudah mulai ramai sejak siang hari ketika warga dari berbagai jorong di Nagari Taram berdatangan untuk membeli beragam bahan makanan.
Pembeli terlihat memadati lapak pedagang yang menjual sayur-mayur, cabai, bawang, ikan air tawar, santan, serta berbagai bumbu dapur yang menjadi bahan utama menu berbuka puasa.
Aktivitas jual beli semakin terasa menjelang sore ketika warga mulai mempersiapkan menu berbuka bersama keluarga, sehingga pedagang harus melayani pembeli yang datang silih berganti di berbagai sudut pasar.
Di beberapa titik pasar terdengar suara tawar-menawar antara pedagang dan pembeli, sebuah suasana yang menjadi ciri khas pasar tradisional dan semakin terasa hidup selama Ramadan.
Bagi para pedagang, meningkatnya jumlah pembeli selama bulan puasa merupakan momen yang dinantikan setiap tahun karena permintaan terhadap berbagai bahan makanan biasanya meningkat cukup signifikan.
Masyarakat cenderung lebih sering memasak untuk kebutuhan berbuka puasa dan sahur bersama keluarga sehingga belanja kebutuhan dapur menjadi lebih rutin dibandingkan hari-hari biasa.
Hasan (55), salah seorang pedagang baju di Pasar Nagari Taram, mengatakan jumlah pembeli yang datang ke lapaknya meningkat sejak awal Ramadan.
Ia menyebutkan bahwa barang dagangan yang dijual biasanya lebih cepat habis dibandingkan hari biasa karena banyak warga mulai membeli pakaian untuk persiapan Lebaran.
“Kalau bulan puasa pembeli memang lebih banyak. Orang belanja untuk persiapan baju lebaran juga sudah banyak, Alhamdulillah dagangan lebih cepat habis,” ujarnya.
Sementara itu, Veli (45), salah seorang warga yang ditemui saat berbelanja, mengaku lebih nyaman membeli kebutuhan dapur di pasar tradisional karena bahan makanan yang dijual dinilai lebih segar.
Menurutnya, sebagian besar sayur yang dijual di Pasar Nagari Taram berasal langsung dari kebun warga atau petani lokal sehingga kualitasnya masih terjaga.
Baca Juga: Inflasi Gelar Datuk yang Menjadi Prestise
“Sayurnya masih segar karena banyak yang dari kebun warga. Harganya juga lebih murah dibandingkan di tempat lain,” katanya.
Selain sayur-mayur, sejumlah komoditas yang paling banyak dicari masyarakat selama Ramadan antara lain cabai merah, bawang merah, santan, serta ikan air tawar yang menjadi bahan utama berbagai masakan khas Minangkabau.
Meski permintaan meningkat, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Nagari Taram terpantau masih relatif stabil sehingga masyarakat tetap merasa nyaman berbelanja tanpa khawatir adanya lonjakan harga yang signifikan.
Alim (50), warga salah satu jorong di Nagari Taram, mengatakan pasar nagari masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama selama Ramadan.
Menurutnya, selain harga yang terjangkau, suasana pasar tradisional terasa lebih akrab karena sebagian besar pedagang merupakan warga setempat yang sudah saling mengenal dengan para pembeli.
“Kalau belanja di pasar nagari kita tahu pedagangnya siapa. Banyak juga yang menjual hasil kebun sendiri, jadi terasa lebih dekat,” katanya.
Bagi masyarakat Taram, pasar nagari tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang sosial tempat warga bertemu, berbincang, serta saling bertukar kabar di sela aktivitas berbelanja.
Ramainya aktivitas jual beli di Pasar Nagari Taram selama Ramadan menunjukkan pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat nagari melalui perputaran uang yang melibatkan pedagang kecil dan petani lokal.(*)
Editor : Hendra Efison