PADEK.JAWAPOS.COM–SMA Negeri 1 Situjuah, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, menggelar lokakarya komprehensif guna mengoptimalkan peran guru dan tenaga kependidikan dalam mendukung proses belajar mengajar (PBM), Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Pembinaan dan Penguatan Karakter Peserta Didik untuk Mewujudkan Delapan Dimensi Profil Lulusan”.
Lokakarya tersebut dihadiri langsung Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Tasman Firdaus. Hadir pula Ketua Komite Sekolah Dasril Azmi, jajaran wakil kepala sekolah, serta puluhan majelis guru SMA N 1 Situjuah.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 25 Mei 2026: Padang hingga Bukittinggi Didominasi Berawan
Kepala SMA N 1 Situjuah, Fita Fatimah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata sekolah dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.
Menurutnya, lokakarya tersebut menjadi momentum penting untuk menyusun berbagai program strategis sekolah dalam menghadapi tahun ajaran 2026/2027.
“Ini adalah momen krusial bagi kita untuk menyusun program dan rencana taktis ke depan. Kehadiran seluruh elemen hari ini membuktikan keseriusan kita untuk kemajuan sekolah. Pada tahun ajaran 2026-2027 nanti, fokus utama kita adalah peningkatan dan penguatan karakter peserta didik,” ujar Fita Fatimah dalam sambutannya.
Baca Juga: PT TASPEN dan Bank Nagari Kerja Sama Pembayaran Manfaat Pensiunan ASN di Sumbar
Fita yang merupakan alumni SMKN 1 Payakumbuh itu menegaskan bahwa hakikat pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk perilaku dan karakter peserta didik menjadi lebih baik.
Ia menyebutkan bahwa pendidikan harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan kepada siswa sesuai amanat Sistem Pendidikan Nasional.
“Kita tidak hanya bertugas mengajar di kelas, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan. Dari lokakarya ini, kita targetkan lahir program-program konkret penguatan karakter,” katanya.
Baca Juga: Pengakuan WNI yang Diculik Israel: "Kami Diperlakukan seperti Hewan"
Meski baru beberapa bulan memimpin SMA N 1 Situjuah, Fita Fatimah dinilai bergerak cepat melakukan pembenahan internal sekolah. Ia mulai meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sekaligus mendorong efektivitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Ketua Komite SMA N 1 Situjuah, Dasril Azmi, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah pembenahan dan inovasi yang dilakukan pihak sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan.
“Kami dari komite tentu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya sekolah untuk terus berbenah menjadi lebih baik. Semoga ikhtiar ini melahirkan anak-anak didik dengan karakter yang unggul di masa depan,” ujar Dasril.
Baca Juga: Putusan Sidang Praperadilan Kasus Pasar Sungaibatang Hari Ini
Sementara itu, Kacabdin Pendidikan Wilayah IV Dinas Pendidikan Sumbar, Tasman Firdaus, menyoroti tantangan moral dan sosial yang saat ini dihadapi generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut Tasman, para guru harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pola perilaku remaja masa kini. Ia menilai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga menyangkut persoalan moral, keimanan, dan karakter peserta didik.
“Kita harus senantiasa waspada dan peduli dengan kondisi ekosistem remaja hari ini. Tantangan yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dengan generasi terdahulu. Karena itu, pola pendekatan kita pun harus berubah. Guru harus terus meng-upgrade pengetahuan dan metodologi pengajaran mereka,” tegas Tasman.
Baca Juga: Jagoan Roket Air Siap Tarung di Level Nasional
Ia juga mengingatkan para pendidik terhadap berbagai ancaman sosial yang dapat memengaruhi siswa usia sekolah, seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, Tasman meminta para guru menerapkan pendekatan profesional yang tepat dalam mendampingi siswa.
Menurutnya, hubungan guru dan siswa harus dibangun secara seimbang agar kedekatan emosional tetap terjaga tanpa menghilangkan wibawa seorang pendidik.
“Sebagai pendidik, posisi kita harus pas; tidak boleh terlalu dekat hingga kehilangan wibawa, namun jangan pula terlalu jauh sehingga anak merasa asing. Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMA N 1 Situjuah. Ini langkah yang sangat strategis dalam menyambut tahun ajaran baru,” ungkapnya.
Baca Juga: PNP Gelar Pelatihan Robot Line Maze Untuk Persiapan MRC bagi Siswa SMAN 1 Padang Ganting
Lokakarya tersebut juga menghadirkan praktisi pendidikan Mahyan sebagai narasumber utama. Kegiatan itu dirancang untuk merumuskan cetak biru atau blueprint pembinaan karakter siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan SMA N 1 Situjuah di masa mendatang. (rid)
Editor : Adetio Purtama