Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Nagari Sitapa Swadaya Cor Bahu Jalan

Syamsu Ridwan • Selasa, 9 Juni 2026 | 07:10 WIB
Warga Jorong Padangpanjang, Nagari Tanjung Haro Sitapa, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, bergotong royong memperbaiki bahu Jalan Kabupaten ruas Nomor 84 Batas Kota Payakumbuh–Tanjung Haro secara swadaya, Minggu (7/6).
Warga Jorong Padangpanjang, Nagari Tanjung Haro Sitapa, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, bergotong royong memperbaiki bahu Jalan Kabupaten ruas Nomor 84 Batas Kota Payakumbuh–Tanjung Haro secara swadaya, Minggu (7/6).

PADEK.JAWAPOS.COM - Ratusan warga Jorong Padangpanjang, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, bergotong royong melakukan perbaikan bahu Jalan Kabupaten ruas Nomor 84 Batas Kota Payakumbuh–Tanjung Haro secara swadaya.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Jorpa Peduli itu dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu dengan melibatkan lebih dari 100 warga pada setiap tahap pengerjaan. Masyarakat memilih mengambil langkah nyata tanpa menunggu alokasi anggaran dari pemerintah daerah demi menjaga akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Ketua Forum Jorpa Peduli, Riko Satria, mengatakan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga berbagai aktivitas sosial masyarakat setempat.

“Kalau dibiarkan, kerusakan jalan akan semakin meluas. Karena itu masyarakat berinisiatif melakukan rabat beton pada bahu jalan agar kondisinya tidak semakin parah,” ujar Riko yang juga menjabat sebagai Kepala Jorong Padang Panjang, Minggu (7/6).

Ia menjelaskan, hingga tahap ketiga pengerjaan yang dilaksanakan pada Minggu (7/6), warga telah menyelesaikan rabat beton sepanjang 105 meter dengan spesifikasi lebar 1,5 meter dan ketebalan 10 sentimeter. Adapun target keseluruhan program swadaya tersebut mencapai panjang 1,2 kilometer.

Menurut Riko, progres pengerjaan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yang digelar pada 24 Mei 2026 berhasil menyelesaikan sepanjang 25 meter. Selanjutnya, tahap kedua pada 31 Mei 2026 menambah 35 meter, sementara tahap ketiga menghasilkan tambahan sepanjang 45 meter.

Seluruh biaya dan kebutuhan logistik dalam kegiatan tersebut berasal dari swadaya masyarakat. Selain menyumbangkan tenaga secara sukarela, warga juga berpartisipasi dalam penyediaan material bangunan.

Kebutuhan konsumsi bagi peserta gotong royong disiapkan oleh bundo kanduang setempat. Sementara material seperti semen, pasir, dan kerikil diperoleh dari sumbangan warga, para perantau, serta sejumlah dermawan yang turut mendukung perbaikan infrastruktur di kampung halaman mereka.

Sekretaris Forum Jorpa Peduli, Nofrizal Abang, menyebut gerakan swadaya tersebut lahir dari kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan yang membutuhkan penanganan segera.

Di sisi lain, menurutnya, aksi ini juga menjadi bentuk aspirasi warga atas belum adanya perbaikan menyeluruh dari pemerintah daerah terhadap ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten tersebut.

 

Nofrizal menambahkan, keterbatasan dukungan anggaran pembangunan fisik di tingkat nagari dalam beberapa tahun terakhir turut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

“Apalagi, nagari kami Sitapa pada periode ini tidak pula memiliki perwakilan di DPRD sebagai tempat mengadu sekaligus menyalurkan aspirasi bagi masyarakat,” tutur Nofrizal.

Melalui aksi gotong royong ini, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ruas Jalan Batas Kota Payakumbuh–Tanjung Haro dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh dan permanen.

Warga menilai upaya swadaya yang dilakukan saat ini merupakan solusi sementara untuk mencegah kerusakan jalan semakin parah, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses jalan tersebut setiap harinya. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#gotong royomg warga