PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur dan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang.
Kepala BPS Kabupaten Limapuluh Kota, Yudi Yos Elvin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 435 petugas sensus yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
Para petugas akan melakukan pendataan di 13 kecamatan melalui metode kunjungan langsung ke rumah-rumah warga dan pelaku usaha.
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, ujar Yudi Yos Elvin dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres, Jumat (19/6).
Menurutnya, seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu melaksanakan pendataan secara profesional dan menghasilkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Yudi menjelaskan, dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.
Bupati Limapuluh Kota sebelumnya telah menginstruksikan seluruh camat untuk melaksanakan Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di masing-masing kecamatan pada 15 Juni 2026.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
Mari bersama-sama mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan. Dengan data yang berkualitas, kita dapat mewujudkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran serta memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa depan, katanya.
Kepala BPS Limapuluh Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang akan menjalankan tugas selama masa pendataan berlangsung.
Selamat bertugas kepada seluruh petugas lapangan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Tetap semangat mengabdi untuk negeri dan sukses selalu, ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, saat memimpin Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak, Senin (15/6), mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan sensus tersebut.
Menurut Safni, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.
Kita mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar sesuai kebutuhan pendataan. Sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid sebagai potret ekonomi masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan, kata Safni.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang bertujuan memperoleh data dan informasi ekonomi yang lengkap, akurat, serta mutakhir mengenai berbagai aktivitas usaha masyarakat.
Tidak hanya mendata unit usaha, sensus kali ini juga mencakup pendataan keluarga untuk mengetahui karakteristik rumah tangga dan keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi yang dijalankan.
Seluruh keluarga juga akan didatangi petugas sensus untuk didata guna mengetahui karakteristik keluarga dan keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi, ujarnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh data yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian masyarakat hingga tingkat daerah.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, pengembangan usaha, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan daya saing ekonomi daerah dan nasional.
Dengan melibatkan ratusan petugas dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BPS Kabupaten Limapuluh Kota optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai pijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. (fdl)
Editor : Adriyanto Syafril