Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Persiapan Sensus Ekonomi 2026 Dimatangkan

Adriyanto Syafril • Selasa, 14 Juli 2026 | 08:10 WIB
Pemkab dan BPS Limapuluh Kota menggelar rapat koordinasi tentang persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula BPS Tanjung Pati, baru-baru ini.
Pemkab dan BPS Limapuluh Kota menggelar rapat koordinasi tentang persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula BPS Tanjung Pati, baru-baru ini.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Limapuluh Kota memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koor­di­nasi tindak lanjut Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Ne­geri dan Kepala BPS RI tentang Koordinasi Pemerintah Dae­rah dengan BPS dalam Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Rapat koordinasi yang di­ge­lar di Aula BPS Tanjung Pati itu dihadiri Bupati Li­mapuluh Ko­ta yang diwakili Asisten Pe­re­konomian dan Pembangu­nan Eki Hari Purnama, Kepala BPS Kabupa­ten Limapuluh Ko­ta Yudi Yos Elvin, kepala pe­ra­­ngkat daerah, para camat, ser­ta se­jumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Eki Hari Purnama menegaskan bahwa data berkualitas me­rupakan fondasi utama da­lam me­rumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Menurutnya, di tengah dinamika pembangunan ya­ng semakin kompleks, pemerintah membutuhkan da­ta yang akurat untuk menentukan arah kebijakan dan menetapkan prioritas pembangunan.

“Di era pembangunan ya­ng semakin kompleks, data me­rupakan aset yang sangat ber­harga. Tanpa data yang baik, arah pembangunan akan sulit ditentukan secara tepat. Sebaliknya, dengan data yang ber­kualitas, pemerintah mampu menetapkan prioritas pembangunan,” ujarnya.

Eki menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sa­lah satu kegiatan statistik nasional yang memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi mengenai kondisi perekonomian, per­kem­ba­ngan dunia usaha, hingga potensi ekonomi dae­rah.

Melalui sensus tersebut, pemerintah akan memperoleh gambaran riil mengenai ka­rakteristik pelaku usaha, struktur ekonomi, serta sektor-sektor yang berpotensi menjadi penggerak per­tumbu­han eko­nomi di masa men­datang.

“Melalui sensus ini kita akan memperoleh gambaran mengenai kondisi riil dunia usaha, perkembangan sektor ekonomi, karakteristik pe­laku usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai informasi penting lainnya yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemba­ngu­nan eko­nomi di masa yang akan datang,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk memberikan duku­ngan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Para camat bersama pemerintah nagari juga diminta berperan ak­tif dalam menyosialisasikan pe­­laksanaan Sensus Ekonomi 2026 kepada ma­sya­rakat agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Eki berharap pelaksa­naan sensus tidak hanya menjadi ta­nggung jawab BPS, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh unsur peme­rintah daerah.

“Mari jadikan pelaksa­naan Sensus Ekonomi 2026 sebagai ge­rakan bersama, bukan hanya ke­­giatan BPS semata. Semakin baik kualitas data yang dihasilkan, ma­ka semakin baik pula kua­litas kebijakan yang dapat ki­ta rumuskan untuk mening­kat­kan kesejahteraan masya­ra­kat Ka­bupaten Lima Puluh Kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Limapuluh Kota Yudi Yos Elvin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik nasional terbesar di bidang ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, setelah terakhir digelar pada 2016.

Menurutnya, sensus ter­sebut memiliki peran penting dalam memotret kondisi pe­rekonomian nasional maupun daerah secara menyeluruh.

“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan. Lebih dari itu, sensus ini menjadi instrumen penting bagi negara untuk mengetahui ba­gaimana kondisi pe­re­ko­no­mian Indonesia saat ini, ba­gaimana per­kem­bangan du­nia usaha, bagaimana struktur ekonomi berubah dari waktu ke waktu, serta sek­tor-sektor mana yang men­jadi pe­ng­ge­rak pertumbuhan ekonomi di ma­sa mendatang,” jelas Yudi.

Ia berharap dukungan seluruh pemerintah daerah, pe­ra­ngkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah nagari dapat memperkuat kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sehi­ngga menghasilkan data ya­ng akurat, le­ngkap, dan da­pat menjadi da­sar perenca­naan pembangu­nan yang lebih efektif.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Limapuluh Kota dan BPS, pelaksanaan Sensus Eko­­no­mi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data statistik berkualitas yang mendu­kung penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, pe­ning­katan investasi, serta ke­se­jah­teraan masyarakat di Ka­bu­paten Limapuluh Kota. (rel)

 

Editor : Adriyanto Syafril
Pemkab Limapuluh Kota Sensus Ekonomi 2026 bps