Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masyarakat Minta Pelayanan di SPBU Sioban Dioptimalkan

Novitri Selvia • Minggu, 8 November 2020 | 15:32 WIB
Photo
Photo
Stasiun Pengisian Bahar Bakar (SBPU) Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Dimana, keberadaan SPBU dengan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga tersebut, dinilai tidak hanya membantu warga yang ada di Sioban, juga desa lainnya yang di wilayah Pulau Sipora.

Maruli, 71, salah seorang nelayan di Desa Sioban mengatakan, keberadaa SPBU Sioban sangat membantu masyarakat. Dia mengatakan, bahwa, sebelum ada SPBU di Sioban, dirinya bersama nelayan lainnya, cukup kesulitan dalam mendapatkan BBM untuk melaut.

“Dulu, sebelum ada SPBU kita sangat kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Kalaupun ada harganya, juga sangat tidak sebanding dengan kebutuhan BBM sebanyak 10 liter untuk sekali melaut. Tapi dengan ada SPBU harga bensin, Rp 6.450 per liter, sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dusun Teteibuku, Desa Sioban, Andar Samiki, mengatakan, sebelum ada SPBU, harga BBM jenis bensin Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per liter. Ke depan, dia mengaharapkan, pelayanan SPBU Sioban dapat lebih ditingkatkan.

“Kita berharap ke depan, pelayan SPBU lebih baik dan ditingkatkan lagi. Kalau bisa, jangan sering terjadi kekosongan BBM di SPBU akibat keterlambatan pengiriman dari Padang,” ungkapnya.

Camat Sipora Selatan, Jasril mengharapkan, agar SPBU Sioban dapat terus berjalan dan membantu ketersediaan BBM bagi masyarakat. Menurut dia, keberadaan SPBU Sioban, tidak hanya membantu warga setempat, tapi juga warga yang ada di bagian belakang Pulau Sipora.

“Kita berharap, SPBU Sioban, tetap terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dampak SPBU ini, tidak hanya dirasakan oleh warga desa Sioban, namun, juga warga desa lainnya, di Pulau Sipora,” ungkapnya.

Pemilik SPBU Sioban, Sudi Hulu mengatakan, bahwa, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan untuk masyarakat. Dia mengatakan, kekosongan BBM di SPBU, disebabkan kondisi penyaluran BBM itu sendiri dari Padang.

“Kita akan upayakan terus berikan pelayanan yang prima untuk masyarakat. Kalau pun, sempat terjadi kekosongan BBM, itu bukan sebuah kesengajaan, tapi, karena memang kondisi pendistribusian BBM melalui kapal dan juga tergantung cuaca,” ungkapnya.

Menurut dia, meski masih dalam tahap renovasi, namun SPBU Sioban tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia mengatakan, untuk saat ini, perbaikan SPBU sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Sebab, kontur tanah, di kawasan SPBU relatif lunak bila kena hujan berturut-turut.

“Kita tahu, kondisi cuaca di Mentawai ini, tidak menentu. Kadang di tengah terik panas, tiba-tiba hujan lebat begitu saja. Nah, untuk pengerjaan penanaman besi cakar ayam, hanya bisa dilakukan pada musim panas. Kita berharap segera kondusif dan pelayanan SPBU, bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (rif) Editor : Novitri Selvia
#SPBU Sioban #bbm