Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan, operasi SAR nelayan Sigapokna sudah dilaksanakan selama 7 hari. Sesuai dengan Peraturan Kepala Basarnas Nomor 22 tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR Pasal 2, operasi SAR meliputi segala upaya dan kegiatan SAR sampai dengan evakuasi terhadap korban, sebelum diadakan penanganan berikutnya.
“Kita hentikan operasi SAR pada hari ini Jumat tanggal 18 Desmber 2020 pukul 12.30. Pencarian telah dilakukan selama 7 hari, kita akan lanjutkan kembali, apabila ada tanda-tanda," ungkapnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim SAR gabungan yang telah berjuang melakukan operasi. Termasuk juga, peran serta masyarakat setempat yang telah berperan aktif mendukung operasi SAR selama 7 hari.
Diamengatakan, penutupan operasi SAR tersebut, sudah melalui evaluasi secara komprehensif. Namun, lanjut dia, operasi dapat diperpanjang apabila ada perkembangan ditemukan tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korban.
Sebelumnya, empat orang nelayan Desa Sigapokna yang melaut pada Sabtu (12/12/2020) dihantam badai. Tiga orang nelayan berhasil selamat, sementara seorang lagi bernama Paneukan, 42, hilang dan belum ditemukan. (rif)
Editor : Novitri Selvia