Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kepulauan Mentawai, Asmen Simanjorang saat meninjau lokasi Jalan Pei-pei hingga Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya akhir pekan kemarin. Dia mengatakan, salah satu penyebab naiknya air ke ruas jalan trans Siberut, karena posisi ruas jalan yang rendah.
”Sekarang, ruas jalan sudah jauh lebih tinggi dari aliran sungai. Sekarang, tinggal lagi bagaimana aliran sungai bisa berjalan normal. Baik itu dengan melakukan pengerukan lumpur sungai dan memangkas atau memperpendek aliran sungai yang mengarah ke bibir jalan,” ungkapnya.
Menurut dia, pengerjaan tersebut tidak akan terlalu memakan anggaran. Cukup mengerahkan sejumlah unit alat berat berupa ekskavator dengan dukungan anggaran sekitar Rp 50 juta. Dia mengupayakan pekerjaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sekarang ini, ruas jalan trans Mentawai dari Pei-pei ke Taileleu sudah terbuka. Namun, karena keterbatasan anggaran baru bisa sebagian kecil dilakukan pengecoran atau rabat beton. Dia mengatakan, sesuai program Bupati Kepulauan Mentawai, jalur trans Mentawai pantai Barat Siberut akan dibuka.
”Ruas jalan Trans Mentawai Pantai Barat Siberut akan dibuka sepanjang 101 kilometer dari Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya ke Labuanbajo, Kecamatan Siberut Barat. Memang ini melewati kawasan konservasi Taman Nasional Siberut. Nah, sekarang izin pemanfaatannya sudah ada, tingga eksekusi,” ungkapnya.
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, tidak ada solusi lain, selain melakukan normalisasi sungai di ruas jalan trans Mentawai. Meski anggaran terbatas, namun, kata dia, upaya atau langkah cepat dan tidak menelan banyak anggaran harus segera dilakukan.
“Memang untuk membutuhkan lanjutan pembangunan trans Mentawai sangat besar. Untuk tras Mentawai di Pulau Sipora dan Pulau Sikakap dan Pagai Utara-Selatan semua akses sudah terbuka. Sekarang, tinggal lagi Pulau Siberut. Setidaknya, untuk menyelasaikan lanjutan pembangunan jalan trans Mentawai yang mencapai 400 kilometer menelan anggaran Rp 3 triliun,” ungkapnya.
Menurut dia, hal ini bukanlah suatu hal yang tidak wajar. Sebab, selama ini, kata dia, pembangunan jalan di Mentawai betul-betul dimulai dari nol.
Untuk itu, lanjut dia, menjelang masa jabatannya berakhir dia akan melaporkan kondisi pembangunan trans Mentawai ke pusat. Dia berharap, pembangunan lanjutan trans Mentawai bisa dilanjutkan oleh Bupati Kepulauan Mentawai berikutnya. (rif) Editor : Novitri Selvia