Laporan—Two Efly, Mentawai
PT BPR Sipora Mentawai kembali berhasil mencatatkan kinerja terbaiknya. Total asetnya terus bertambah, realisasi kreditnya meningkat dan laba bersih usahanya juga terus merangkak naik. Seluruh indikator usaha bertumbuh secara year on year dan kualitas aktiva produktifnya pun kian membaik. Rentetan kinerja bagus inilah yang membuat laba bersih usaha kian “menebal”.
“Alhamdulillah tahun buku 2022 PT BPR Sipora Mentawai kembali mampu membukukan kinerja yang bagus. Hingga akhir tahun 2022 tercatat total asset sebanyak Rp 22,91 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp 18,19 Miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) terhimpun sebanyak Rp 12,12 Miliar. Sementara itu Kualitas Aktiva Produktif pun (KAP) kian membaik seiring menciutnya ratio Non Perfomance Loan ke angka 0,85 persen dan turunnya ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) ke angka 87,95 persen. Trend kinerja positif inilah membuat laba bersih usaha terkatrol naik dari Rp 503 Juta di tahun 2021 naik menjadi Rp 627 Juta di tahun 2022”, ujar Direktur Utama PT BPR Sipora Mentawai Alfianto Afrikal yang didampingi Direktur Novitri Yossi kepada Padang Ekspres kemarin.
Menurut Alfianto, berhasilnya PT BPR Sipora Mantawai menpertahankan kinerja terbaik tahun buku 2022 tak terlepas dari kerja keras dan besarnya dukungan seluruh stake holder terutama Pemkab Kepulauan Mentawai selaku pemegang saham mayoritas. Dukungan yang kuat inilah membuat manajemen mampu menjalan rencana strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank di lapangan. Hasilnya, aset bertambah, Kredit meningkat, Dana Pihak Ketiga bertumbuh, Kredit masalah kian mengecil dan laba bersih usaha pun terkatrol naik.
Aset, Dana dan Beban
Sama dengan tahun tahun sebelumnya, PT BPR Sipora Mentawai tahun buku 2022 kembali mampu mempertahankan pertumbuhan assetnya double digit. Hingga akhir tahun 2022 tercatat total asset sebanyak Rp 22,91 Miliar. Realisasi asset ini bertumbuh 12,91 persen secara year on year.
Tumbuh double digitnya kinerja asset PT BPR Sipora Mentawai tahun 2022 sama sama dikontribusi oleh kian membaiknya kinerja Tresurry dan realisasi Kredit. Hingga akhir tahun 2022 tercatat total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mampu dihimpun sebanyak Rp 12,12 Miliar atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan Dana Pihak Ketiga tahun 2021 yang lalu.
Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan masih mendominasi sumber dana bagi PT BPR Sipora Mentawai. Per 31 Desember 2022 total dana tabungan yang mampu dihimpun tercatat sebanyak Rp 7,20 Miliar dan dana deposito terhimpun sebanyak Rp 4,92 Miliar atau tumbuh sebesar 18,55 persen secara year on year.
Bertumbuhnya dana tentulah berbanding lurus dengan peningkatan beban bunga. Beban bunga kontraktual yang musti dipikul PT BPR Sipora Mentawai sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak Rp 756 juta atau tumbuh 12,67 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Jika Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh Double digit, maka kondisi sedikit berbeda justru terjadi pada realisasi Kredit. Hingga akhir tahun 2022 tercatat total Kredit yang mampu disalurkan PT BPR Sipora Mentawai sebanyak Rp 18,19 Miliar atau tumbuh 6,87 persen jika dikomparasikan dengan realisasi Kredit tahun 2021 yang lalu.
Tumbuh melandainya realisasi Kredit juga berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak Rp 5,46 Miliar sedangkan pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 548 Juta atau bertumbuh 143 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang mampu kita bukukan tahun 2022 tercatat sebanyak Rp 6,01 Miliar. Realisasi total Pendapatan Operasional ini tumbuh 17,38 persen jika dikomparasikan dengan total pendapatan operasional tahun 2021 yang lalu”, ujar Alfianto.
NPL-nya Kecil
Pertumbuhan kredit boleh saja terlihat melandai ditahun 2022 ini. Namun soal kualitas kredit maka PT BPR Sipora Mentawai dapat berlega hati. Per 31 Desember 2022 tercatat ratio Kredit bermasalah (Non Perfomance Loan) sangatlah kecil. Ratio NPL ini tercapai diangka 0,85 persen. Artinya, dari Rp 18,19 Miliar kredit yang disalurkan maka 99,15 persenya berada dalam status sehat dan lancar.
Selain berhasil meningkatkan kualitas Kredit, manajemen PT BPR Sipora Mentawai tahun 2022 juga terpantau mampu mengendalikan dan menekan biaya operasional. Hingga akhir tahun 2022 tercatat ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional berhasil ditekan menjadi 87,95 persen. Ini juga menandakan manajemen PT BPR Sipora Mentawai mampu mengaplikasikan prinsip efisien dan efektif dalam menjalan roda perusahaan.
“Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan Pendapatan Pperasional yang bertambah serta kualitas kredit yang semakin membaik inilah membuat kinerja laba merangkak naik. Laba bersih usaha yang mampu dibukukan meningkat dari Rp 503 Juta ditahun 2021 naik menjadi Rp 627 Juta ditahun 2022 atau bertumbuh 24,65 persen secara year on year”, ujar Alfianto.
BUMD Berkinerja Sangat Bagus
Konsistensi dan berhasilnya manajemen PT BPR Sipora Mentawai menebalkan margin usaha setiap tahunnya membuat berbagai pihak memberikan apresiasi. Teranyarnya majalah Info Bank menobatkan PT BPR Sipora Mentawai menjadi salah satu BUMD di bidang keuangan dengan kinerja sangat bagus. Selain berhasil meraih predikat BUMD berkinerja sangat bagus, PT BPR Sipora Mentawai juga pernah meraih Infobank Award.
Dari data yang dimiliki Harian Pagi Padang Ekspres, PT BPR Sipora Mentawai merupakan salah satu BPR yang beroperasional di Kabupaten Kepulauan Mentawai. BPR ini berkantor pusat di Kecamatan Sipora. Secara keorganisasian PT BPR Sipora Mentawai ini bernaung asosiasi binaan Bank Nagari.
“Alhamdulillah kita masih mampu mempertahankan kinerja terbaik di tahun 2022. Semoga saja di tahun 2023 PT BPR Sipora Mentawai bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder”, tukas Alfianto Afrikal. *** Editor : Hendra Efison